Jakarta (tutur.co.id) – Minat masyarakat terhadap transportasi publik modern terus menunjukkan tren positif. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pengguna LRT Jabodebek pada April 2026 mencapai 2.912.092, menjadi rekor tertinggi sejak beroperasi.
“Minat masyarakat terhadap transportasi publik modern terus menunjukkan tren positif. Pada April 2026, LRT Jabodebek mencatat rekor tertinggi jumlah pengguna sejak mulai beroperasi dengan melayani 2.912.092 pengguna,” kata Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika, Rabu 6 Mei 2026.
Kabar gembira ini menunjukkan lonjakan yang sangat baik dari bulan ke bulan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 16 persen atau bertambah 402.060 pengguna dibanding bulan Maret 2026 yang tercatat 2.510.032 pengguna.
Apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, pertumbuhannya bahkan lebih menakjubkan. Dibanding bulan April 2025, jumlah penumpang meningkat sekitar 40 persen yang tercatat sebanyak 2.083.391 pengguna.
Faktor di Balik Melonjaknya Jumlah Penumpang
Peningkatan jumlah pengguna menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan memiliki kepastian waktu untuk mendukung mobilitas sehari-hari di wilayah Jabodebek.
Di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan, moda transportasi ini kini semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian karena mampu memberikan kepastian waktu perjalanan, sekaligus terhubung dengan berbagai moda dan pusat aktivitas masyarakat.
Selain itu, beberapa faktor lain juga mempengaruhi masyarakat menggunakan LRT Jabodebek, khususnya pengguna yang melakukan mobilitas rutin dari kawasan permukiman menuju pusat bisnis, perkantoran, maupun destinasi lainnya.
Stasiun LRT Jabodebek Paling Favorit
Dari sekian banyak stasiun yang dilalui, terdapat beberapa titik yang paling banyak diserbu penumpang selama bulan April 2026. Untuk data tap in (masuk), stasiun paling favorit dari pengguna LRT Jabodebek meliputi:
Dukuh Atas: 435.009 pengguna
Harjamukti: 333.025 pengguna
Kuningan: 273.011 pengguna
Cikoko: 237.669 pengguna
Rasuna Said: 174.905 pengguna
Sementara itu, untuk data tap out (keluar) meliputi:
Dukuh Atas: 374.050 pengguna
Harjamukti: 335.923 pengguna
Kuningan: 267.258 pengguna
Pancoran: 256.230 pengguna
Cikoko: 237.348 pengguna
“Tingginya mobilitas di stasiun tersebut menunjukkan peran penting kedekatan dengan pusat aktivitas masyarakat dalam mendorong pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek,” terangnya.
Integrasi Antarmoda yang Mempermudah Mobilitas
Keunggulan lain dari LRT Jabodebek adalah sistem integrasinya. Selain mendukung mobilitas masyarakat perkotaan, integrasi antarmoda di sejumlah stasiun strategis seperti Dukuh Atas, Cikoko, Cawang, Bekasi Barat, TMII, hingga Halim juga terus memperkuat konektivitas perjalanan masyarakat menuju kawasan bisnis, perkantoran, pusat aktivitas, serta layanan transportasi lanjutan.
Melihat antusiasme yang sangat tinggi ini, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan LRT Jabodebek sebagai transportasi publik modern yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai pusat aktivitas secara lebih efisien, nyaman, terintegrasi, serta mendukung mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.

