Jakarta (tutur.co.id) – Peristiwa kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan menjadi momen perenungan. Kondisi darurat dapat menimpa siapapun tak terkecuali.
Apakah kita sudah cukup memiliki bekal pengetahuan tentang bagaimana bertahan dalam kondisi darurat?
Kacamata medis, dr.Silvia Hari Prastiwi Sp.KKLP AIFO-K memaparkan beberapa tahapan yang harus Anda perhatikan bila berada di kondisi bertahan.
Ketika Anda selamat dari kecelakaan atau masuk dalam kondisi darurat, tubuh otomatis masuk survival mode. Yang menjadi fokus utama bukan panik, tapi bertahan hidup sambil menunggu pertolongan.
Kondisi medan akan sangat memengaruhi strategi dalam bertahan perhatikan prinsip ini.
- Dataran tinggi: suhu cenderung turun drastis, risiko hipotermia.
- Dataran rendah: suhu lebih panas, risiko dehidrasi dan kelelahan.
1. Jaga Suhu Tubuh Tetap Stabil
Ingatlah, target suhu tubuh manusia normal berada di kisaran 36,8–37,4°C. Sebisa mungkin jaga suhu badan.
Yang bisa dilakukan:
– Tetap gunakan jaket atau pakaian berlapis, meski terasa hangat, untuk mencegah penguapan cairan tubuh.
– Cari tempat berlindung seperti goa, ceruk, atau area tertutup yang aman dari angin, hujan, dan ancaman hewan buas.
– Hindari paparan langsung matahari atau angin dingin ekstrim
2. Hemat Energi, Jangan Banyak Bergerak
Tetaplah tenang dan menjaga pergerakan. Setiap gerakan membutuhkan energi dan cairan.
Prinsip penting:
– Batasi pergerakan, terutama jika tidak ada ancaman langsung.
– Duduk atau berbaring dengan posisi aman.
– Ingat, semakin banyak bergerak, semakin besar risiko dehidrasi.
3. Jika Mengalami Luka
Apa yang harus dilakukan bila tubuh terdapat luka? Manajemen luka awal sangat menentukan keselamatan.
Prioritas paling berbahaya luka atau pendarahan adalah terjadi trauma pada kepala/otak, kedua adalah dada, dan ketiga adalah area perut (organ dalam)
Beberapa hal yang harus Anda ingat soal menghadapi luka:
– Jika luka luar berdarah, tekan area luka untuk menghentikan pendarahan.
– Jangan banyak bergerak atau terguncang.
– Luka berat di area perut memiliki golden hour sekitar 60 menit sebelum kondisi memburuk
4. Kenali “Rule of Three” dalam Survival
Golden time yang wajib Anda ingat adalah aturan dasar bertahan hidup:
- Oksigen (Otak): Otak hanya bertahan sekitar 3 menit tanpa oksigen.
- Suhu Tubuh: Manusia tidak bertahan lebih dari 3 jam pada suhu ekstrem (terlalu panas atau terlalu dingin)
- Air: Manusia hanya dapat bertahan sekitar 3 hari hanya dengan air.
- Makanan: Manusia dapat bertahan sekitar 3 minggu bila memilki asupan makanan. Energi dan kemampuan berpikir tapi akan mengalami penurunan.
5. Perkiraan Daya Tahan Berdasarkan Kondisi Luka
– Luka gores/robek/patah tulang ringan:
Dengan air, istirahat, dan survival dasar, masih bisa bertahan hingga ±1 minggu.
– Luka besar terbuka:
Risiko sepsis (infeksi berat), kondisi bisa memburuk dalam 24 jam.
– Luka perut berat:
Tanpa penanganan cepat, risiko kematian meningkat dalam 60 menit.
Dalam kondisi darurat, bertahan hidup bukan soal keberanian, tapi keputusan kecil yang tepat. Survival mode bukan tentang melawan alam, tapi beradaptasi dengan tenang.

