New Jersey (Tutur.co.id) – Vinicius Junior memang meninggalkan MetLife Stadium dengan penghargaan pemain terbaik usai membantu Brasil bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026).
Bintang Real Madrid itu menjadi salah satu pemain paling menonjol di kubu Selecao setelah mencetak gol penyeimbang dan memimpin serangan Brasil sepanjang pertandingan.
Namun, dari kubu Maroko, sorotan justru mengarah kepada seorang pemain muda bernama Ayyoub Bouaddi. Gelandang Maroko tersebut tampil luar biasa di lini tengah dan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Atlas Lions meredam kekuatan Brasil.
Meski baru berusia 18 tahun, Bouaddi menunjukkan performa layaknya pemain berpengalaman saat menghadapi salah satu favorit juara Piala Dunia 2026. Pemain Lille itu tampil tenang, disiplin, dan efektif dalam mengontrol permainan Maroko dari lini tengah.
Menariknya, Bouaddi sempat menjadi incaran Timnas Prancis sebelum akhirnya memilih membela Maroko di level internasional. Keputusan tersebut kini mulai menunjukkan hasil positif bagi proyek jangka panjang yang dibangun pelatih Mohamed Ouahbi.
Sepanjang pertandingan, Bouaddi menjadi motor permainan Maroko yang sukses membuat Brasil kesulitan mengembangkan permainan, terutama pada babak pertama.
Maroko tampil sangat agresif sejak menit awal dan sempat menguasai hampir 70 persen penguasaan bola pada babak pertama. Salah satu faktor utama di balik dominasi tersebut adalah peran Bouaddi yang tampil impresif sebagai pengatur ritme permainan.
Statistik menunjukkan Bouaddi hanya salah mengirim enam operan dari total 66 umpan yang dilepaskannya sepanjang pertandingan.
Sebagai perbandingan, gelandang Brasil Casemiro hanya menyentuh bola sebanyak 18 kali sebelum ditarik keluar pada babak pertama karena mengalami keluhan fisik. Sementara itu, Bruno Guimaraes hanya mencatatkan 38 operan sepanjang laga.
Tidak hanya berkontribusi dalam distribusi bola, Bouaddi juga aktif melakukan tekanan tinggi yang menjadi senjata utama Maroko. Gol pembuka yang dicetak Ismael Saibari berawal dari tekanan agresif Bouaddi bersama Noussair Mazraoui dan Bilal El Khannouss terhadap Lucas Paqueta.
Setelah berhasil merebut bola, Mazraoui mengirim umpan diagonal kepada Brahim Diaz yang kemudian memberikan assist kepada Saibari untuk mencetak gol ke gawang Alisson Becker. Selain itu, Bouaddi juga memenangkan sembilan dari 14 duel darat yang dijalaninya sepanjang pertandingan.
Penampilan gemilang Bouaddi di Piala Dunia 2026 diyakini semakin memperkuat minat sejumlah klub besar Eropa. Salah satu klub yang paling serius memburunya adalah Arsenal.
Menurut berbagai laporan media Eropa, termasuk Sky Sport Switzerland, Arsenal terus meningkatkan upaya mereka untuk merekrut Bouaddi dari Lille pada bursa transfer musim panas ini.
Klub asal London Utara tersebut dikabarkan telah menjalin komunikasi intensif dengan perwakilan sang pemain sejak awal 2025. Arsenal disebut bersaing dengan Paris Saint-Germain dalam perburuan tanda tangan Bouaddi.
Namun, The Gunners merasa memiliki keunggulan karena menjanjikan peran penting bagi Bouaddi di tim utama sejak awal kedatangannya ke Emirates Stadium. Selain itu, Arsenal juga bukan pesaing langsung Lille di kompetisi domestik Prancis, sesuatu yang dianggap dapat mempermudah proses negosiasi.
Meski diminati sejumlah klub besar, Lille tidak berniat melepas aset berharganya dengan harga murah. Klub Ligue 1 tersebut dikabarkan membanderol Bouaddi dengan nilai sekitar 70 juta euro atau setara Rp1,3 triliun.
Beberapa tawaran awal yang berada di kisaran 45 juta euro disebut telah ditolak oleh Lille. Negosiasi lanjutan antara klub-klub peminat dan pihak Lille diperkirakan akan berlangsung setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Setelah sukses menahan Brasil dan meraih satu poin penting, Maroko kini mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya di Grup C. Atlas Lions dijadwalkan menghadapi Skotlandia pada 19 Juni di Gillette Stadium, Foxborough.
Laga tersebut diprediksi menjadi pertandingan krusial dalam perebutan tiket ke babak 16 besar. Jika Bouaddi mampu mempertahankan performa impresif seperti saat menghadapi Brasil, bukan tidak mungkin namanya akan menjadi salah satu bintang muda paling bersinar di Piala Dunia 2026.

