Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Mobil»Perang Iran Bisa Percepat Transformasi Kendaraan Listrik di Indonesia

Perang Iran Bisa Percepat Transformasi Kendaraan Listrik di Indonesia

Mobil Toto Pribadi09 April 2026 / 12:07 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Suasana di sebuah SPKLU saat arus mudik lebaran 2026. (Foto:Tutur/AdiP)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Ada berkah dari setiap musibah. Pepatah ini mungkin tepat untuk disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, terkait gonjang-ganjing geopolitik saat ini.

Bagaimana tidak, di tengah acaman krisis energi yang diperparah dengan situasi terakhir di Selat Hormuz justru semakin mendorong transformasi Kendaraan Listrik (EV) termasuk di Indonesia. Hal itu diungkapkan Moeldoko saat menjadi pembicara di forum Tutur Economic Dialogue (TREND) 2026, Selasa 7 April 2026.

“Yang jadi pertanyaan, siapa yang mau mengambil kesempatan ini. Indonesia bukan sekedar pasar, kita memiliki semua elemen kunci baterai EV dalam satu wilayah. Ini pondasi yang kuat untuk menjadi pemain strategis, bukan hanya sekadar jadi penonton,” kata Moeldoko.

Pernyataan Moeldoko ini bukan tanpa data. Indonesia punya 21 persen cadangan nikel dunia dan tercatat sebagai produsen kobalt terbesar kedua di dunia. Begitu juga dengan cadangan Mangan yang berguna untuk industri baterai.

Berbicara pasar, lanjut Moeldoko, Indonesia saat ini juga telah menjelma menjadi pasar yang sangat besar untuk urusan kendaraan bermotor. Ada sekitar 174 juta kendaraan bermotor di tanah air.

Moeldoko juga tampak pede, jika momentum transformasi kendaraan listrik ini dapat dioptimalkan akan punya multi efek seperti penyerapan tenaga kerja hingga 1,5 juta (2035), tambahan PDB sekitar 0,5-1% (2030) dan kontribusi PDB yang diproyeksikan Periklindo sekitar 2-3% di 2035.

“Kita harus membangun deep industrial ecosystem dari hulu ke hilir. Mulai dari sumber daya, pengolahan lanjutan, manufaktur baterai dan kendaraan, pasar domestik dan infrastruktu serta daur ulang baterai,” kata Moeldoko.

Moeldoko menambahkan, sejatinya ada tiga komponen ekosistem kendaraan listrik yang paling krusial. Pertama, kebijakan yang kuat yang diterjemahkan lewat roadmap EV nasional yang memperkuat posisi industri lokal dalam kerja sama dengan raksasa EV dunia.

Baca Juga  Skandal Emas Belasan Kilo Senilai Rp25,8 Triliun, Terkait Tambang Ilegal

“Kedua soal baterai lokal. Baterai itu 40 persen dari harga kendaraan listrik. Dengan mempercepat realisasi pabrik sel baterai Karawang agar harga EV semakin kompetitif untuk rakyat,” kata Moeldoko.

Terakhir atau yang ketiga adalah infrastruktur SPKL dengan segera melakukan standarisasi colokan dan pembayaran. Menurut Moeldoko, SPKL idealnya harus ada radius 5-10 km di kota besar dan jalur logistik utama.

headline insentif kendaraan listrik Kendaraan listrik Moeldoko Perang Iran Tutur Economic Dialogue 2026
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Usai Temuan Zat Narkotika, BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia
Next Article Video: DPR Bahas Ganja Medis, Hinca Panjaitan Usul Legalisasi Terbatas Lewat KEK

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping, Menteri Keuangan AS Minta Tiongkok Bujuk Iran

Toto Pribadi05 Mei 2026 / 20:22 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.