Jakarta (tutur.co.id) – Kericuhan sempat terjadi saat para bos Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung digiring keluar dari gedung Jampidsus menuju mobil tahanan Kejaksaan Agung RI, Rabu 3 Mei 2026.
Awalnya Mantan Kepala BGN Dadan terlebih dahulu digiring masuk mobil tahanan dengan tangan terborgol, lalu tak lama berselang Lodewyk Pusung menjadi yang kedua juga ikut digiring masuk mobil tahanan Kejaksaan.
Kericuhan terjadi saat tersangka ketiga Sony Sanjaya keluar dari lobi gedung menuju mobil tahanan. Kericuhan terjadi saat awak media melakukan pengambilan gambar tersangka Sony, lantaran petugas kejaksan memberikan batasan kepada wartawan agar tak terlalu dekat.
“Pak Sony bagaimana pak?,” teriak wartawan dan berusaha mendapatkan momen sedekat mungkin dengan Sony.
Seketika petugas yang menggiring Sony berbalik arah ke dalam gedung Jampidsus lantaran situasi dinilai tidak kondusif. “Sudah, sudah, sudah,” suara salah seorang petugas

