Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Perempuan»Waspada Financial Self-Sabotage: Ketika Self-Reward Berubah Jadi Masalah Keuangan

Waspada Financial Self-Sabotage: Ketika Self-Reward Berubah Jadi Masalah Keuangan

Perempuan Sasha Widiawati06 Maret 2026 / 10:04 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ketika Self-Reward Berubah Jadi Masalah Keuangan (foto/freepik)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Istilah seperti self-reward, self-care, dan self-love kini semakin populer sebagai cara untuk menjaga keseimbangan hidup dan membahagiakan diri sendiri. Dalam praktiknya, konsep tersebut sering diwujudkan melalui berbagai aktivitas yang melibatkan pengeluaran uang.

Mulai dari membeli minuman favorit dengan harga premium, berlibur ke luar negeri, hingga mengganti smartphone dengan model terbaru demi menunjang produktivitas. Bagi sebagian orang, tindakan tersebut dianggap sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras yang telah dilakukan.

Namun di balik itu, terdapat risiko yang kerap tidak disadari, yakni financial self-sabotage. Kondisi ini terjadi ketika keputusan finansial yang diambil saat ini justru berpotensi merugikan diri sendiri di masa depan.

Mengutip sumber edukasi keuangan Money 101, financial self-sabotage merupakan kondisi ketika perilaku, emosi, keyakinan, atau kebiasaan seseorang berdampak negatif terhadap keputusan keuangannya sendiri.

Pola tersebut dapat memicu berbagai masalah finansial, seperti:

  • Pengeluaran berlebihan
  • Kesulitan menabung
  • Ketergantungan pada utang
  • Hilangnya peluang untuk berkembang secara finansial

Hubungan seseorang dengan uang tidak terbentuk secara tiba-tiba. Banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari pengalaman hidup, pola asuh keluarga, kondisi emosional, hingga latar belakang budaya.

Pengalaman tersebut kemudian tercermin dalam berbagai perilaku finansial, seperti menunda membuat perencanaan keuangan, melakukan belanja emosional, takut mengambil risiko investasi, atau bahkan menghindari pembelajaran tentang literasi keuangan.

Financial self-sabotage sering kali berakar dari pengalaman masa lalu yang membentuk pola pikir seseorang terhadap uang.

Misalnya, seseorang yang tumbuh dalam keluarga dengan tekanan ekonomi mungkin memiliki kecenderungan takut kehilangan uang, sehingga menghindari investasi. Sebaliknya, ada pula yang justru menggunakan uang sebagai cara untuk mencari rasa aman atau kebahagiaan sesaat.

Tanpa disadari, pola tersebut dapat mendorong keputusan finansial yang kurang sehat jika tidak dikendalikan.

Baca Juga  Agenda Long Weekend: Menenun Tradisi Keluarga

Mengutip panduan psikologi finansial yang dibahas oleh Psychology Today, langkah pertama untuk mengatasi financial self-sabotage adalah menyadari bahwa pengalaman masa lalu dapat memengaruhi pola pikir terhadap uang.

Setelah menyadarinya, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk memperbaiki hubungan dengan keuangan pribadi.

1. Menyadari Pengalaman Keuangan di Masa Lalu

Kesalahan finansial yang pernah terjadi tidak perlu terus disesali. Justru pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran penting untuk memahami pola kebiasaan keuangan yang terbentuk.

Dengan menyadari pengaruh masa lalu, seseorang dapat mulai mengubah perilaku finansial secara lebih sadar.

2. Melatih Welas Asih pada Diri Sendiri

Sikap welas asih terhadap diri sendiri membantu mengurangi rasa malu atau stres akibat kesalahan keuangan.

Memaafkan diri sendiri dan memandang kegagalan sebagai bagian dari proses belajar dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan uang.

3. Mengubah Pola Pikir yang Dipenuhi Ketakutan

Ketakutan akan kegagalan, kekurangan uang, atau kekhawatiran berlebihan sering membuat seseorang menunda keputusan penting, termasuk dalam pengelolaan keuangan.

Mengganti pola pikir berbasis ketakutan dengan perspektif yang lebih positif dapat membantu mengambil keputusan finansial secara lebih rasional.

4. Belajar Memaafkan Kesalahan Finansial

Memaafkan kesalahan keuangan di masa lalu merupakan langkah penting untuk keluar dari siklus sabotase diri.

Dengan melepaskan rasa bersalah yang berlebihan, seseorang dapat fokus membangun masa depan finansial yang lebih baik.

5. Mencari Dukungan dari Pihak Lain

Tidak ada salahnya mencari bantuan profesional jika merasa kesulitan mengelola keuangan.

Dukungan dari penasihat keuangan, konselor kredit, atau bahkan terapis dapat membantu mengidentifikasi pola perilaku finansial yang kurang sehat sekaligus memberikan solusi yang lebih terarah.

Kesulitan keuangan di masa lalu tidak seharusnya menjadi penghalang untuk mencapai kondisi finansial yang lebih stabil.

Baca Juga  Ini Alasan Mengapa Minggu Pertama Ramadan Terasa Panjang

Dengan memahami pola pikir terhadap uang serta memperbaiki kebiasaan keuangan secara bertahap, seseorang dapat menghentikan perilaku financial self-sabotage dan membangun masa depan finansial yang lebih sehat.

Pada akhirnya, self-reward tetap boleh dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri. Namun, keputusan tersebut perlu diimbangi dengan perencanaan keuangan yang bijak agar tidak mengorbankan stabilitas finansial di masa depan. (sas)

cara mengatur keuangan pribadi financial self sabotage kebiasaan keuangan buruk menejemen keuangan self rewards
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenu Sahur 15 Menit Siap Saji dan Bergizi di Tengah Bulan Ramadan
Next Article BNI Perkuat Kolaborasi dengan Merchant Lewat BNI wondrful Iftar 2026

Berita Lainnya

Tahun Ajaran Baru, 7 Hal yang Sering Dilupakan Orang Tua Selain Seragam dan Buku

11 Juli 2026 / 08:58 WIB

7 Tips Mengatur Anggaran Persiapan Sekolah Anak agar Dompet Tetap Aman

10 Juli 2026 / 14:20 WIB

Usia Boleh Bertambah, Tapi Emosi Belum Tentu Dewasa: Memahami Konsep Usia Emosional

23 Juni 2026 / 09:35 WIB

7 Tips Mengatur Screen Time Anak Saat Liburan Sekolah

22 Juni 2026 / 15:15 WIB

7 Camilan Sehat Temani Nobar Piala Dunia 2026 ala Ibu

15 Juni 2026 / 13:37 WIB

25 Pertanyaan Kencan Pertama yang Nggak Bikin Canggung, Bikin Obrolan Makin Nyambung

12 Juni 2026 / 13:07 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Alex Marquez Tercepat di Hari Pertama Tes Resmi MotoGP 2026

Deba Salamah04 Februari 2026 / 05:09 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.