Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Fashion»Mengenal Peci Hitam Identitas Nasional

Mengenal Peci Hitam Identitas Nasional

Fashion Galuh Parantri21 Januari 2026 / 17:15 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Laki-laki dengan peci hitam (Foto: Tutur/AI)
Laki-laki dengan peci hitam (Foto: Tutur/AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Peci hitam merupakan penutup kepala yang menjadi kelengkapan pada setiap acara resmi kenegaraan. Peci hitam hadir sebagai simbol dan identitas Indonesia.

Peci hitam, lebih dari sekadar penutup kepala ada nilai budaya, sejarah dan juga diplomasi senyap namun kuat di baliknya.

Sejarah Peci Hitam

Journal of the Society for Army Historical Research menyebutkan songkok atau peci sebagai topi tradisional yang jamak dipakai di wilayah dengan diaspora suku Melayu.

Kopiah atau peci sudah dikenal lama oleh masyarakat nusantara. Songkok atau kopiah atau peci yang berbahan beludru sebetulnya juga banyak dikenakan oleh masyarakat muslim di wilayah Maroko, Mesir, Asia Selatan hingga muslim di masa Kesultanan Utsmaniyah.

Dalam sejarah disebutkan peci hitam diusulkan oleh Soekarno sebagai lambang perjuangan menuju Indonesoa merdeka. Hal ini dilakukannya untuk mematahkan stigma peci hanya dikenakan oleh orang-orang lemah dan rakyat biasa.

Di masa itu, menjadi pernyataan sikap: sederhana, setara, dan berakar pada budaya sendiri. Dan peci hitam melekat sebagai simbol kepemimpinan dan nasionalisme Indonesia.

Bahasa Diplomasi yang Kuat

Di dalam konteks diplomasi, peci hitam memainkan peran penting sebagai simbol soft power. Terutama saat dikenakan oleh pemimpin Indonesia dalam forum internasional, peci menjadi penanda visual yang khas. Peci hitam menyampaikan pesan tentang identitas, kesantunan, dan kebanggaan pada akar budaya.

Di tengah dominasi setelan jas ala Barat, peci hitam menjadi pembeda yang elegan. Sebuah peci hitam “berbicara” bahwa Indonesia hadir di panggung global dengan percaya diri, tanpa harus melepaskan ciri khasnya.

Peci untuk Generasi Mendatang

Tantangan ke depan adalah bagaimana peci hitam dapat terjaga sebagai identitas nasional. Bagaimana bisa merawat maknanya secara terus-menerus ke generasi berikut. Kelak peci hitam bukan lagi diartikan sebagai bentuk formalitas melainkan sebuah identitas.

Baca Juga  Peci Hitam Khas Nusantara, Diplomasi Prabowo di Lancaster House

 

Indonesia Peci Hitam
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleEnam Proyek Hilirisasi Senilai US$6 Miliar Siap Jalan, Tunggu Keputusan Danantara
Next Article BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan di China dan Korea Selatan pada Kuartal I-2026

Berita Lainnya

OPINI: Bank NTT dan Kerja Senyap Melki–Johni untuk Akselerasi Pembangunan

17 Juli 2026 / 06:37 WIB

Inggris vs Argentina: Tentang Kemasyhuran, Misteri, dan Kefanaan

15 Juli 2026 / 20:11 WIB

Jangan Jadikan Indonesia Surga Pencucian Uang

14 Juli 2026 / 08:22 WIB

Ketika Ekosistem PTN Menggerus Perguruan Tinggi Swasta

09 Juli 2026 / 07:00 WIB

PM Singapura Ajak Siswa Sekolah Garuda Bertukar Pelajar

07 Juli 2026 / 09:33 WIB

OECD Tinjau Pengawasan Kimia di Tanjung Priok, Bea Cukai Indonesia Diuji

06 Juli 2026 / 23:39 WIB
Form Komentar Cancel Reply

OECD Tinjau Pengawasan Kimia di Tanjung Priok, Bea Cukai Indonesia Diuji

Ahmad Nuryaman06 Juli 2026 / 23:39 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.