Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan di China dan Korea Selatan pada Kuartal I-2026

BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan di China dan Korea Selatan pada Kuartal I-2026

Finance Gusti Tetiro21 Januari 2026 / 17:33 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Bank Indonesia (BI) menargetkan perluasan penggunaan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) ke China dan Korea Selatan pada kuartal I-2026. Langkah ini bertujuan memperluas konektivitas pembayaran lintas negara (cross-border payment) sekaligus mempermudah transaksi digital tanpa perlu menukar mata uang tunai.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan implementasi QRIS lintas negara dengan China dan Korea Selatan saat ini sudah memasuki tahap akhir pembahasan.

“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum triwulan I 2026, kita sudah bisa mengimplementasikan QRIS dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/1/2026).

Jika terealisasi, China dan Korea Selatan akan menambah daftar negara yang telah terkoneksi dengan sistem QRIS Indonesia. Saat ini, QRIS lintas negara sudah dapat digunakan di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang. Melalui skema ini, wisatawan maupun pelaku usaha dapat bertransaksi langsung menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal tanpa harus menukarkan uang ke mata uang lokal.

Selain itu, BI juga tengah menjajaki kerja sama serupa dengan negara lain. Filianingsih mengungkapkan bahwa diskusi intensif sedang dilakukan dengan India, serta membuka peluang perluasan ke beberapa negara lainnya.

“Seperti diketahui, kami sedang melakukan diskusi yang cukup intens dengan India, dan ke depan kemungkinan juga dengan beberapa negara lain,” ujarnya.

Perluasan QRIS lintas negara ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan transaksi digital di dalam negeri. Bank Indonesia mencatat, hingga akhir kuartal IV-2025, volume transaksi QRIS tumbuh signifikan sebesar 139,99% secara tahunan (year on year).

Melihat tren tersebut, BI memasang target ambisius untuk pengembangan QRIS pada 2026. Bank sentral menargetkan total transaksi QRIS mencapai 17 miliar transaksi, dengan cakupan delapan negara untuk penggunaan lintas batas. Selain itu, jumlah merchant yang menerima QRIS ditargetkan mencapai 45 juta, sementara jumlah pengguna QRIS diproyeksikan menembus 60 juta.

Baca Juga  China Tegaskan Kedaulatan Negara Harus Dihormati di Selat Hormuz

“Target pengguna QRIS di 2026 itu 17 miliar transaksi, delapan negara cross-border, 45 juta merchant, dan 60 juta pengguna QRIS,” ungkap Filianingsih.

BI menilai penguatan sistem pembayaran digital, termasuk QRIS lintas negara, menjadi bagian penting dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Integrasi pembayaran digital tidak hanya memudahkan aktivitas wisata dan perdagangan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital regional.

Ke depan, perluasan QRIS diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara, memperluas akses UMKM ke pasar global, serta memperkuat daya saing sistem pembayaran nasional di tengah meningkatnya digitalisasi ekonomi.

BI China Korsel QRIS
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMengenal Peci Hitam Identitas Nasional
Next Article Video: Sepak Bola CP Menang Telak, Basket Kursi Roda Gagal ke Final

Berita Lainnya

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB

DPR: Lembaga Keuangan di PFII Tak Diawasi OJK, Pengawasan Beralih ke Dewan Pertimbangan

16 Juli 2026 / 10:07 WIB

LPS: Penjaminan Simpanan Tak Perlu Diterapkan di Pusat Keuangan Internasional Indonesia

09 Juli 2026 / 10:30 WIB

OJK Minta Bank Blokir 36.191 Rekening Terindikasi Judi Online, Pengawasan Diperketat

08 Juli 2026 / 10:28 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Lokasi Layanan SIM Keliling 8 April 2026

Galuh Parantri08 April 2026 / 07:52 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.