Jakarta (tutur.co.id)- Kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI di tengah dinamika ekonomi nasional dan tekanan ekonomi global mendapat apresiasi dari Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron. Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama BNI yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Herman menilai BNI mampu mempertahankan kinerja positif secara tahunan (year on year) meskipun berhadapan dengan ketidakpastian ekonomi global dan tantangan di sektor keuangan. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan ketahanan serta keandalan manajerial BNI dalam mengelola bisnis perbankan secara berkelanjutan.
“Di tengah ekonomi global yang tidak menentu, BNI masih tumbuh secara year on year. Ini menunjukkan ketahanan dan keandalan manajerial. Dari semua indikator, saya kira cukup baik dan perlu terus ditingkatkan,” ujar Herman.
Selain itu, Herman juga menyoroti kualitas aset BNI yang dinilai tetap terjaga. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang berada pada level terkendali, sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas sektor riil masih berjalan relatif baik.
BNI dinilai memiliki peluang untuk memainkan peran yang lebih besar dalam perekonomian nasional. Ke depan, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana BNI dapat memperbesar skala bisnisnya agar kontribusinya semakin signifikan.
“Kalau melihat capaiannya ini memungkinkan BNI untuk menjadi lokomotif dalam ekonomi nasional,” katanya.
Penilaian positif tersebut juga didukung oleh komposisi penyaluran kredit BNI yang dinilai berimbang ke berbagai sektor strategis. Diversifikasi kredit ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kontribusi BNI terhadap sektor produktif turut tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak 2021 hingga kuartal III 2025, BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp104,9 triliun, dengan peningkatan kualitas debitur yang tercermin dari puluhan ribu debitur yang berhasil naik kelas.
Dengan kinerja yang tumbuh berkelanjutan, kualitas aset yang terjaga, serta penyaluran kredit ke sektor-sektor strategis, BNI dinilai memiliki ruang dan potensi besar untuk terus memperkuat perannya sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

