Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Diperiksa KPK 9 Jam, Bobby: Sudah Sampaikan Semua ke Penyidik
  • Budidaya Kepiting Soka Binaan Pelindo Hasilkan 958 Kilogram, Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir Indramayu
  • Dokter Tifa: Ganjar dan Anies Hadir Dies Natalis UGM, Jokowi Tak Pernah
  • S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara
  • Bukan Hanya Bobby, KPK Periksa 4 Pegawai BPK Kasus Muara Enim
  • Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade
  • Hadir Sidang Dokter Tifa, Roy Suryo Bantah Pecah Kongsi
  • Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejagung Besok
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Ekonomi Hijau»Budidaya Kepiting Soka Binaan Pelindo Hasilkan 958 Kilogram, Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir Indramayu

Budidaya Kepiting Soka Binaan Pelindo Hasilkan 958 Kilogram, Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir Indramayu

Ekonomi Hijau Galuh Parantri16 Juli 2026 / 19:27 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Indramayu (tutur.co.id)– Program budidaya kepiting soka binaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo di Desa Totoran, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, mencatat hasil positif dengan produksi mencapai 958 kilogram kepiting soka sejak panen perdana pada November 2025 hingga April 2026. Total nilai penjualan mencapai sekitar Rp103,6 juta, sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi kelompok tani dan masyarakat pesisir yang terlibat dalam rantai usaha budidaya.

Selain menghasilkan nilai ekonomi, program ini juga mencatat tingkat kelangsungan hidup (survival rate) sebesar 77,41 persen, melampaui target awal sebesar 65 persen. Rata-rata produksi mencapai sekitar 45 ekor atau 6,1 kilogram kepiting soka per hari yang dipasarkan ke mitra eksportir maupun pasar domestik. Capaian tersebut menjadi fokus kunjungan lapangan Pelindo bersama Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB untuk mengevaluasi perkembangan program dan menyusun strategi penguatan kelembagaan, kapasitas produksi, serta akses pasar.

Program yang dimulai pada Juli 2025 melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo ini membangun demonstration pond berbasis Recirculating Aquaculture System (RAS) berkapasitas 5.000 crab box di atas lahan tambak seluas sekitar 1.717 meter persegi. Fasilitas tersebut dikelola Kelompok Tani Pancer Berkah Bersama sebagai pusat pembelajaran, produksi, dan pengembangan usaha budidaya kepiting soka.
Group Head Keberlanjutan Korporasi Pelindo, Usman Saroni, mengatakan pengembangan Desa Totoran merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong pemanfaatan potensi maritim yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat pesisir. “Pelindo memandang potensi maritim Indonesia tidak hanya dari sisi kepelabuhanan, tetapi juga dari masyarakat pesisir yang menjadi bagian penting dalam ekosistem maritim. Melalui program ini, kami mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah agar semakin produktif, memiliki daya saing, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Usman.

Baca Juga  BNI Perkuat Kolaborasi dengan Merchant Lewat BNI wondrful Iftar 2026

Pendampingan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga mencakup peningkatan kemampuan teknis budidaya, pengelolaan kelembagaan, pencatatan keuangan, hingga persiapan akses pasar domestik dan ekspor. Penerapan teknologi RAS turut mendukung pengelolaan kualitas air yang lebih terkontrol sehingga produktivitas dan konsistensi hasil budidaya dapat terus meningkat.

Dampak program juga dirasakan masyarakat di sekitar lokasi budidaya. Selain meningkatkan pendapatan anggota kelompok tani, kegiatan ini membuka peluang ekonomi bagi pencari benih kepiting (pengobor), tenaga kerja harian, serta kelompok perempuan yang terlibat dalam pengolahan hasil perikanan. Ketua Kelompok Tani Pancer Berkah Bersama, Carma, mengatakan, “Yang paling kami rasakan bukan hanya bantuan sarana, tetapi juga pendampingannya. Kami belajar membudidayakan kepiting soka, mengelola usaha, dan membangun akses pasar. Saat ini produksi sudah lebih stabil dan kami berharap usaha ini dapat terus menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat Desa Totoran.”
Usman menambahkan capaian di Desa Totoran menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis potensi lokal dapat menghasilkan dampak ekonomi jika dijalankan melalui pendampingan yang konsisten dan kolaborasi berbagai pihak. “Pelindo ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan memiliki kapasitas untuk mengelola komoditas unggulan daerah. Ke depan, penguatan kemandirian penyediaan benih, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan jejaring pasar akan menjadi bagian dari pengembangan program,” tutup Usman.

Program ini merupakan bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) Pelindo sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

budidaya kepiting soka budidaya perikanan Desa Totoran ekonomi masyarakat pesisir kepiting soka Indramayu Pelindo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDokter Tifa: Ganjar dan Anies Hadir Dies Natalis UGM, Jokowi Tak Pernah
Next Article Diperiksa KPK 9 Jam, Bobby: Sudah Sampaikan Semua ke Penyidik

Berita Lainnya

Pelindo dan Arab Saudi Jajaki Kerja Sama Pelabuhan, Bahas Investasi hingga Pelayaran Langsung

16 Juli 2026 / 15:37 WIB

PT Pertamina Trans Kontinental Raih Penghargaan TJSL IDEAS 2026, Perkuat Komitmen Keberlanjutan Maritim

13 Juli 2026 / 20:02 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Astra Sumba Timur, Lestarikan Tenun Ikat dan Berdayakan Perempuan

08 Juli 2026 / 20:02 WIB

Tas Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Pertamina Bantu UMKM Naik Kelas

08 Juli 2026 / 18:56 WIB

Mengintip Desa Energi Berdikari Pertamina, Saat Energi Bersih Menumbuhkan Ekonomi Warga

07 Juli 2026 / 13:09 WIB

Dukung Energi Hijau, Pertamina NRE Siap Bangun PLTS di Lahan Bekas Tambang

05 Juli 2026 / 13:52 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Respons Purbaya Kisruh Alumni LPDP Bangga Anak Jadi WNA: Dia Akan Menyesal!

Kristo Suryokusumo23 Februari 2026 / 12:48 WIB

Diperiksa KPK 9 Jam, Bobby: Sudah Sampaikan Semua ke Penyidik

16 Juli 2026 / 20:06 WIB

Budidaya Kepiting Soka Binaan Pelindo Hasilkan 958 Kilogram, Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir Indramayu

16 Juli 2026 / 19:27 WIB

Dokter Tifa: Ganjar dan Anies Hadir Dies Natalis UGM, Jokowi Tak Pernah

16 Juli 2026 / 17:53 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB

Bukan Hanya Bobby, KPK Periksa 4 Pegawai BPK Kasus Muara Enim

16 Juli 2026 / 17:13 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.