Jakarta (tutur.co.id)- PT Pertamina (Persero) mendukung percepatan penyelesaian persoalan sampah melalui pengembangan Proyek Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL). Proyek yang akan dibangun di kawasan Kertamantul, meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul tersebut menempatkan Pertamina sebagai anchor off taker dalam pemanfaatan sampah menjadi energi. Komitmen ini disampaikan Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, dalam forum Waste to Energy Talks pada Kamis (16/7/2026).
Koordinator Nasional sekaligus Ketua Program Waste to Energy (WtE), Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah menjadi agenda prioritas pemerintah. Menurutnya, Presiden Prabowo menilai Indonesia tidak akan mampu menjadi negara maju apabila persoalan sampah belum ditangani secara tuntas.
“Saat ini Indonesia sudah masuk kategori darurat sampah, khususnya di wilayah perkotaan yang masih menerapkan sistem open dumping. Insyaallah pada 2029 kita menargetkan mampu menyelesaikan sekitar 80 persen persoalan sampah nasional,” ujar Zulkifli.
Ia menjelaskan, pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan solusi yang telah diterapkan di berbagai negara selama lebih dari dua dekade. Pemerintah pun membentuk Satuan Tugas Waste to Energy untuk menyederhanakan regulasi sehingga pembangunan proyek dapat berjalan lebih cepat.
Sementara itu, Agung Wicaksono mengatakan Pertamina terlibat dalam program PSEL setelah melalui proses seleksi yang kompetitif bersama perusahaan swasta nasional maupun internasional. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan daya saing Pertamina dalam mendukung penyelesaian persoalan lingkungan melalui solusi energi.
“Kami mendukung kepemimpinan Menteri Lingkungan Hidup dalam mengatasi persoalan ekologi di kota-kota. Dalam program PSEL ini Pertamina berperan sebagai anchor off taker sampah. Program ini juga menjadi bagian dari Dual Growth Strategy Pertamina. Pada saat yang sama, proyek ini menjadi bentuk sinergi BUMN bersama PLN dalam mendukung ketahanan energi nasional,” kata Agung.
Pertamina mendapat mandat menangani proyek PSEL di kawasan Kertamantul yang mencakup Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Wilayah tersebut menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari yang akan diolah menggunakan teknologi insinerator menjadi energi listrik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

