Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Opini»Khauf dan Raja’ Saat Idulfitri dalam Bayang Krisis Global

Khauf dan Raja’ Saat Idulfitri dalam Bayang Krisis Global

Opini Adi P20 Maret 2026 / 08:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
KH Z Arifin Junaidi, anggota Dewan Pendidikan Nasional, dan Pengasuh Pondok Pesantren Al Ittihad Poncol Kab. Semarang. (Foto: Tutur/Dok Pribadi)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Khauf dan Raja’ Saat Idulfitri dalam Bayang Krisis Global

Oleh: KH Z, Arifin  Junaidi *)

Idul Fitri segera tiba. Momen yang ditunggu-tunggu seluruh umat Islam di dunia tahun ini datang dalam situasi lokal dan global yang dapat mengurangi kegembiraan perayaan kemenangan. Di dalam negeri dampak musibah bencana yang melanda berbagai belahan pertiwi menjelang dan selama Ramadan masih terasa sampai kini. Secara global, ketegangan di Timur Tengah akibat perang Iran melawan AS-Israel menimbulkan ketidakpastian baru bagi stabilitas ekonomi global. Termasuk Indonesia, tentu saja.

Situasi memburuk karena Selat Hormuz mengalami gangguan dan ditutup untuk jangka waktu entah sampai kapan. Padahal sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur ini. Bagi negeri kita, komponen energi berkontribusi besar dalam penentuan indeks harga konsumen. Karena itu kenaikan harga energi akibat krisis global akan berdampak karambol dan bola salju, kemana-mana dan membesar. Harga energi tak hanya mempengaruhi biaya transportasi tapi juga biaya produksi dan distribusi.

Situasi global tersebut memperburuk kondisi ekonomi negeri kita, yang tanpa musibah bencana alam pun sudah buruk. Bagi umat Islam yang berpandangan dan berkeyakinan bahwa Idulfitri tak sekadar perayaan keagamaan tapi juga momentum berharga untuk merefleksikan kondisi diri dan kemanusiaan tentu hal itu berpengaruh besar.

Dalam situasi seperti ini maka nilai-nilai luhur yang dihasilkan ibadah puasa dan ibadah lain di bulan Ramadan menjadi relevan. Ramadan tak hanya menghasilkan ketahanan spiritual individual tapi juga sosial. Secara spiritual, selama Ramadan kita telah melakukan serangkaian ibadah. Mulai dari puasa sampai ibadah-ibadah sunnah di dalamnya seperti shalat tarawih, tadarus Alqur’an, beri’tikaf di masjid, dan sebagainya. Sudah seharusnya jika melalui bulan suci ini dengan maksimal dan melaksanakan beragam amalan di dalamnya, kita akan merasakan sentuhan dan pencapaian spiritual setelah Ramadan berlalu.

Baca Juga  Takbiran Bersamaan Nyepi di Bali, Begini Panduannya untuk Menjaga Harmoni

Puasa juga ritual keagamaan yang mendidik kepekaan sosial pengamalnya. Saat kita berpuasa, sebagaimana ditegaskan Syekh ‘Izzuddin bin ‘Abdissalam, sejatinya kita sedang digembleng agar memiliki rasa empati tinggi. Sebab, orang yang berpuasa akan merasakan betapa payahnya menahan lapar dan haus selama kurang lebih tiga belas jam sehari dalam kurun waktu satu bulan. Apalagi yang bertahun-tahun, dan bahkan selama hidupnya, mengalami hal itu.

Puasa Ramadan yang berujung pada Idulfitri juga mengajarkan kita rekonsiliasi dan perdamaian. Tujuan dari berpuasa pada bulan Ramadan sebagaimana QS Al Baqarah 183 adalah agar pengamalnya menjadi muttaqin atau orang bertakwa. Menurut QS Ali Imran 134, orang yang bertakwa adalah “orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain.”

Di tengah situasi global yang sedang konflik, terjadi polarisasi dan perebutan kepentingan ini maka nilai menahan amarah dan saling memaafkan merupakan hal yang ditunggu banyak orang. Nilai-nilai inilah yang dibutuhkan untuk membangun tatanan dunia yang lebih harmonis, adil dan damai.

Idulfitri membawa pesan harapan dan kebersamaan. Kehidupan yang lebih harmonis, adil dan damai menjadi pengingat kita akan tingkat keberhasilan menjalankan ibadah puasa dan tingkat ketakwaan kita. Imam Al-Ghazali dalam Iḥya’ ‘Ulumiddin menyampaikan perlunya sikap khauf dan raja’ dalam ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain. Khauf adalah kekhawatiran ibadah kita diterima oleh Allah swt atau tidak. Sementara raja’ adalah sikap optimisme bahwa Allah swt dengan sifat kasih sayang-Nya pasti menerima amal ibadah yang kita lakukan.

Sikap khauf dan raja’ pada Idul Fitri ini juga sangat penting dalam menghadapi krisis global. Kita punya sikap khauf atau khawatir bahwa krisis ini akan berlangsung lama dan berdampak pada situasi sosial dan ekonomi kita, dengan demikian kita tidak berdiam diri dan tentu akan berbuat semaksimal mungkin untuk mengatasinya. Kita punya  raja’ atau harapan dan meyakini bahwa Allah swt dengan mahakuasanya akan segera mengakhiri krisis global ini.

Baca Juga  Rp10 Triliun Digitalisasi Pendidikan Zaman Nadiem Menguap, Didik Sebut Jokowi Ikut Bertanggung Jawab

Pada momen Idulfitri 1447 Hijriah, marilah kita mengutamakan sikap menahan amarah dan saling memaafkan, sehingga dengan demikian kita mencapai derajat muttaqin yang kita idam-idamkan. Juga, marilah kita memperkecil khauf dan memperbesar raja’ sehingga kita dapat membangun masa depan yang lebik baik, adil, damai dan bermartabat.

Selamat Idulfitri 1447 Hijriah!

*) Penulis adalah anggota Dewan Pendidikan Nasional (DPN), Pengasuh Pondok Pesantren Al Ittihad Poncol Kab. Semarang

Dewan Pendidikan Nasional idulfitri 2026 KH Z Arifin Junaidi lebaran 2026 Mudik Nu tutur
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKepala Intelijen Akui Perbedaan Tujuan Perang AS dan Israel di Iran
Next Article Iran Klaim Luncurkan Gelombang 66, Gunakan Rudal Multi-Hulu Ledak

Berita Lainnya

OPINI: Bank NTT dan Kerja Senyap Melki–Johni untuk Akselerasi Pembangunan

17 Juli 2026 / 06:37 WIB

Inggris vs Argentina: Tentang Kemasyhuran, Misteri, dan Kefanaan

15 Juli 2026 / 20:11 WIB

Jangan Jadikan Indonesia Surga Pencucian Uang

14 Juli 2026 / 08:22 WIB

Ketika Ekosistem PTN Menggerus Perguruan Tinggi Swasta

09 Juli 2026 / 07:00 WIB

Sang Monster Erling Haaland dan Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Etos Orang Norwegia

06 Juli 2026 / 09:19 WIB

Keluarga Besar AMSI Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Alm Maryadi

04 Juli 2026 / 23:37 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Menkeu Purbaya Sebut Strategi Fiskal Ekspansif Dorong “Indonesia Emas”

Kristo Suryokusumo15 Februari 2026 / 21:30 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.