Jakarta (tutur.co.id) – Poltracking Indonesia mengeluarkan hasil survei terbaru. Terkait dengan tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, hasilnya masih sangat tinggi. Tingkat kepuasan mencapai 72,2 persen.
Dalam survei yang dirilis pada Kamis 4 Juni 2026, dari total 1220 responden dengan sampel pembobotan 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan, sebanyak 72,2 persen mengaku puas dengan sebaran 6,2 persen sangat puas dan 66 persen cukup puas. Sedangkan yang tidak puas dan kurang puas hanya 25,1 persen.
Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo juga berbanding lurus dengan tingkat kepuasan. Dari survei ini tercatat tingkat kepercayaan publik terhadap Prabowo-Gibran menyentuh angka 74 persen.
Yang juga tak kalah menarik, dari hasil survei dengan metode Stratified Multistage Random Sampling ini, dukungan untuk tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo-Gibran juga merata dari berbagai generasi mulai dari Gen Z hingga Baby Boomers.
Namun yang menarik, meski mayoritas responden puas terhadap pemerintah, namun saat masuk survei bidang ekonomi tingkat kepuasan hanya menyentuh 59,2 persen. Angka itu jauh dari tingkat kepuasan untuk bidang kesehatan dan pertahanan.
Harga Sembako Menjadi Keluhan Nomor 1
Mengerucut kepada keluhan yang muncul dalam survei ini adalah soal harga sembako. Rupanya harga sembako masih menjadi keluhan paling tinggi di tengah masyarakat meski hasil dari tingkat kepuasan Pemerintahan Prabowo-Gibran sangat tinggi.
Harga kebutuhan pokok masih menjadi masalah Utama bagi rakyat Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan 37,5 persen responden menyebut mahalnya harga kebutuhan pokok sebagai persoalan paling mendesak saat ini.
Terlepas dari tingkat kepuasan dan kepercayaan yang masih sangat tinggi, namun terkait masalah ekonomi termasuk kebutuhan pangan masih harus menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.

