Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Namun, sikap hati-hati pelaku pasar menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia diperkirakan akan membatasi ruang kenaikan indeks.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,91% ke level 6.231,7. Penguatan tersebut ditopang oleh kenaikan saham-saham perbankan dan konglomerasi, meskipun pasar sempat dibayangi lonjakan harga minyak dunia yang menembus US$90 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kenaikan IHSG juga terjadi di tengah pergerakan bursa saham Asia yang cenderung bervariasi. Investor masih mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek.
Pekan ini, fokus utama pelaku pasar tertuju pada hasil RDG Bank Indonesia. Konsensus pasar memperkirakan BI Rate akan dipertahankan di level 5,75%. Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati sinyal kebijakan atau forward guidance Bank Indonesia terkait stabilitas nilai tukar rupiah, prospek inflasi, dan potensi arus modal asing ke pasar domestik.
Dari eksternal, perhatian pasar juga mengarah pada keputusan Loan Prime Rate (LPR) China, kebijakan suku bunga European Central Bank (ECB), serta sejumlah data ekonomi penting dari Jepang, termasuk perdagangan dan inflasi.
BRI Danareksa Sekuritas menilai momentum teknikal IHSG masih cukup positif selama indeks mampu bertahan di atas area support jangka pendek.
“Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas selama bertahan di atas support 6.100–6.130, dengan peluang menguji resistance 6.240–6.300,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya, Selasa (21/7/2026).
Meski demikian, sikap wait and see menjelang keputusan sejumlah bank sentral diperkirakan membuat investor lebih selektif dalam mengambil posisi, sehingga pergerakan indeks berpotensi berlangsung terbatas.
Dari pasar global, mayoritas indeks saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average turun 0,59% ke level 51.839,2, sementara S&P 500 terkoreksi 0,19% ke 7.443,2. Adapun Nasdaq Composite melemah tipis 0,048% ke level 25.508,07.
Untuk memanfaatkan peluang perdagangan jangka pendek, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham yang layak dicermati, yaitu VKTR, PADI, dan RAJA.
Investor tetap disarankan menerapkan manajemen risiko yang disiplin serta mencermati perkembangan kebijakan bank sentral dan dinamika geopolitik global yang masih berpotensi memengaruhi sentimen pasar dalam beberapa hari ke depan.

