Teheran (Tutur.co.id) – Sebuah insiden dramatis terjadi di perairan strategis Selat Hormuz ketika sebuah kapal kargo berbendera Thailand menjadi sasaran serangan udara hingga terbakar hebat. Peristiwa yang terjadi pada Rabu pagi itu memicu operasi penyelamatan darurat yang melibatkan angkatan laut beberapa negara di kawasan.
Kapal kargo bernama Mayuree Naree, dengan bobot sekitar 30.000 ton, dilaporkan tengah berlayar meninggalkan pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab sebelum akhirnya diserang dari udara saat melintasi jalur pelayaran vital tersebut.
Juru bicara resmi Angkatan Laut Thailand, Parach Rattanachaiphan, menjelaskan bahwa serangan itu memicu kebakaran besar di bagian buritan kapal.
“Kapal kargo Thailand Mayuree Naree diserang dari udara pada Rabu pagi setelah meninggalkan pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab. Serangan terjadi saat kapal melintasi Selat Hormuz dan menyebabkan kebakaran hebat di buritan kapal,” ujar Rattanachaiphan kepada wartawan.
Begitu menerima laporan melalui jaringan komunikasi angkatan laut internasional, Pusat Operasi Angkatan Laut Thailand segera bergerak cepat. Mereka langsung berkoordinasi dengan Angkatan Laut Oman serta Kedutaan Besar Thailand di Oman untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Hingga saat ini, Angkatan Laut Oman berhasil mengevakuasi 20 dari total 23 awak kapal yang berada di atas kapal saat insiden terjadi.
“Angkatan Laut Oman telah menyelamatkan 20 pelaut dari kapal tersebut. Operasi penyelamatan terhadap tiga awak lainnya masih terus berlangsung,” jelas Rattanachaiphan.
Para awak kapal yang berhasil diselamatkan kemudian dibawa ke daratan Oman untuk mendapatkan pemeriksaan dan memastikan kondisi kesehatan mereka.
Sementara itu, pihak berwenang masih menyelidiki sumber serta motif di balik serangan udara tersebut. Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden yang kembali menyoroti rapuhnya keamanan di jalur pelayaran internasional yang sangat vital bagi perdagangan dunia itu.

