Jakarta (tutur.co.id) – Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menyebut Iran “meminta gencatan senjata” dalam konflik yang melibatkan AS dan Israel. Hegseth menilai kesepakatan tersebut sebagai hasil dari apa yang ia sebut sebagai “kemenangan militer yang menentukan”.
Kesepakatan gencatan senjata bersyarat selama dua minggu diumumkan setelah negosiasi yang berlangsung menjelang tenggat yang sebelumnya disampaikan Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kedua pihak sama-sama mengklaim keberhasilan atas kesepakatan tersebut, sementara Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut gencatan senjata sebagai kemenangan bagi rakyat Iran, seraya mengingatkan pentingnya kewaspadaan hingga rincian kesepakatan benar-benar final.
