Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»Kader Muda PDIP Kritik Pilkada via DPRD, Demokrasi Disebut Mirip Senam Poco-Poco

Kader Muda PDIP Kritik Pilkada via DPRD, Demokrasi Disebut Mirip Senam Poco-Poco

Politik Alpin Pulungan12 Januari 2026 / 14:16 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Politikus muda PDIP berfoto bersama saat Rakernas I 2025 PDIP di Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026). Foto: ANTARA
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Wacana mengubah sistem Pemilihan Kepala Daerah kembali bikin dahi berkerut. Di mata kader muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, gagasan agar kepala daerah dipilih oleh DPRD terasa seperti gerakan senam yang arahnya tak jelas. Maju iya, mundur juga iya. Mereka menyebutnya mirip Poco-Poco, ramai diucap, tapi bikin langkah demokrasi goyah.

Nada kritis itu disampaikan politikus muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Muhammad Syaeful Mujab saat konferensi pers Rapat Kerja Nasional I 2026 PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, Minggu (12/1/2026).

Ia mengaitkan kritik tersebut dengan pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menilai wacana perubahan sistem membuat pilkada seperti berjalan maju mundur. Bagi Syaeful, saat inilah Indonesia sedang diuji, apakah demokrasi hendak dipacu ke depan atau justru ditarik ke belakang.

“Senam Poco-Poco itu gerakannya maju, mundur, kanan, kiri. Bagi PDI Perjuangan, demokrasi itu harus maju ke depan, bukan dibuat maju-mundur,” kata Syaeful, dikutip dari Antara.

Menurutnya, dalih menekan politik uang tidak semestinya dijadikan alasan untuk menggerus hak kedaulatan rakyat dalam memilih pemimpin secara langsung. Tantangan memang ada, tapi jalan keluarnya bukan dengan memotong hak pilih. Bagi PDIP, problem money politics adalah soal yang harus dibereskan dengan perbaikan sistem, penegakan hukum, dan pendidikan politik, bukan dengan mengganti cara memilih.

“PDI Perjuangan yakin persoalan politik uang itu tidak harus dengan mengamputasi hak rakyat untuk memilih,” ujarnya.

Pandangan senada datang dari politikus muda PDIP lainnya, Seno Bagaskoro. Ia menyoroti satu aspek yang kerap luput dalam perdebatan teknis, yakni ikatan emosional antara pemimpin dan rakyat. Menurut Seno, hubungan itu hanya tumbuh ketika pemimpin lahir dari pilihan langsung warga, bukan dari segelintir suara di ruang sidang DPRD.

Baca Juga  Puan Isyaratkan Prabowo dan Megawati Segera Bertemu Kembali

“Bagaimana seorang pemimpin bisa merasakan keresahan rakyatnya kalau rakyat tidak kenal siapa dia? Jika dia sadar hanya dipilih oleh segelintir orang di DPRD, bukan oleh mayoritas rakyat maka sulit mengharapkan masalah rakyat bisa selesai,” kata Seno.

Bagi PDIP, pemilu bukan semata urusan menang-kalah atau menghitung kursi. Pemilu adalah pintu masuk kepemimpinan yang berangkat dari mandat rakyat. Seno menegaskan, di tengah situasi hidup yang kian menekan, hak rakyat untuk menentukan siapa yang memimpin lima tahun ke depan justru tidak boleh ditawar.

“Masa hak untuk menyuarakan siapa pemimpin yang layak bagi mereka selama lima tahun ke depan juga mau diambil? Buat kami, itu logika yang susah dipahami akal sehat,” katanya.

Sikap kritis ini mengemuka di tengah penyelenggaraan Rakernas PDIP yang digelar pada 10–12 Januari 2026. Forum itu disebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang konsolidasi sikap partai sebagai penyeimbang di tengah dinamika politik nasional. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Rakernas akan mematangkan garis politik partai terhadap berbagai isu besar yang dihadapi bangsa.

“Di dalam rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan hukum, hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan Partai,” kata Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, pekan lalu.

Hasto juga menyampaikan sikap resmi PDIP terkait sistem pilkada akan diumumkan secara formal dalam rekomendasi hasil Rakernas I yang dijadwalkan keluar pada Senin, 12 Januari. Hingga saat itu tiba, kritik kader muda PDIP memberi isyarat jelas. Di mata mereka, demokrasi tidak semestinya dijadikan arena uji coba langkah senam. Arah harus tegas ke depan, bukan maju mundur di tempat.

Baca Juga  PDI Perjuangan Tegas Tolak Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD
demokrasi Indonesia kader muda PDIP PDIP pilkada DPRD senam poco-poco
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleEks Menag Yaqut Jadi Tersangka, Komisi VIII Minta Tata Kelola Haji Dibenahi
Next Article Prabowo ke Murid Sekolah Rakyat: Jangan Pernah Malu Punya Orang Tua Buruh dan Pemulung

Berita Lainnya

Jalan Terjal RUU Perampasan Aset, Tuntutan Publik vs Strategi DPR

14 Juli 2026 / 13:06 WIB

Tutur PoV: Jangan Rampas Hak Rakyat Karena Politik Kita Rusak

05 Juli 2026 / 09:27 WIB

PGN Siap Manfaatkan Stranded Gas Lapangan Sengeti untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

23 Juni 2026 / 20:04 WIB

Daftar Mantan Koruptor Kembali Masuk Jadi Petinggi Partai

22 Juni 2026 / 16:42 WIB

Polemik Mantan Koruptor, Bestari Barus: Hak Personal untuk Gabung PSI

22 Juni 2026 / 14:09 WIB

Mantan Koruptor Dikabarkan Gabung PSI, Berikut Jejak Kasus Nur Alam

22 Juni 2026 / 12:50 WIB
Form Komentar Cancel Reply

MNC Sekuritas Beberkan Strategi untuk ADMR, BRMS, RATU, dan INDF

Gusti Tetiro03 Juli 2026 / 08:29 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.