Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Industri»Investasi Singapura Pimpin Arus Modal ke Indonesia, Logam Dasar Jadi Magnet Utama

Investasi Singapura Pimpin Arus Modal ke Indonesia, Logam Dasar Jadi Magnet Utama

Industri Gusti Tetiro16 Januari 2026 / 12:27 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Singapura kembali menegaskan posisinya sebagai mitra investasi terbesar Indonesia. Sepanjang 2025, negara kota itu menjadi penyumbang realisasi investasi asing paling besar dengan nilai mencapai US$ 17,4 miliar. Angka tersebut menempatkan Singapura jauh di atas negara lain, sekaligus mencerminkan arah investasi asing yang kian terkonsentrasi pada sektor-sektor berbasis sumber daya dan hilirisasi.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyebut, mayoritas investasi Singapura mengalir ke industri logam dasar dan barang logam, bukan mesin dan peralatan.

“Memang kalau kita lihat, Singapura ini (investasinya) di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin peralatannya,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Secara keseluruhan, realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931,2 triliun, tumbuh 12,7 persen secara tahunan (year on year). Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 46,6 persen atau setara Rp 900,9 triliun. Angka ini menegaskan peran investor global yang masih dominan dalam menopang laju investasi nasional.

Selain Singapura, Hong Kong dan China juga masuk dalam jajaran investor terbesar dengan nilai masing-masing US$ 10,6 miliar dan US$ 7,5 miliar. Malaysia dan Jepang melengkapi lima besar negara penanam modal asing terbesar di Indonesia.

Hilirisasi dan Sektor Ekstraktif Mendominasi

Data BKPM menunjukkan, minat investor asing sepanjang 2025 masih kuat pada sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan hilirisasi dan ekstraksi sumber daya alam. Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan menempati posisi teratas dengan nilai investasi asing mencapai US$ 14,6 miliar.

Sektor pertambangan berada di posisi kedua dengan US$ 4,7 miliar, disusul jasa lainnya sebesar US$ 4,5 miliar. Industri kimia dan farmasi menyerap investasi US$ 3,8 miliar, sementara sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menarik dana sekitar US$ 3,3 miliar.

Baca Juga  Rosan dan Purbaya Beri Respons Berbeda atas Guncangan IHSG

Jika digabungkan antara PMA dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), industri logam dasar tetap menjadi sektor dengan realisasi terbesar, mencapai Rp 262 triliun. Di belakangnya, sektor transportasi, gedung, dan telekomunikasi mencatatkan Rp 211 triliun, pertambangan Rp 199,6 triliun, jasa lainnya Rp 170,5 triliun, serta perumahan dan kawasan industri serta perkantoran Rp 140,4 triliun.

Dominasi sektor logam dan pertambangan memperlihatkan keberlanjutan strategi hilirisasi yang selama ini didorong pemerintah. Namun, pada saat yang sama, pola ini juga menimbulkan pertanyaan lama: sejauh mana arus modal besar ini mampu mendorong diversifikasi ekonomi dan penciptaan nilai tambah yang lebih luas di luar sektor ekstraktif.

Perumahan dan Kawasan Industri Mulai Naik Daun

Ke depan, Rosan melihat pergeseran minat investor mulai terbentuk. Sektor perumahan dan kawasan industri diproyeksikan menjadi bintang baru investasi, seiring dengan program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 3 juta rumah.

“Investasi bidang perumahan, baik dalam dan luar negeri, sudah terlihat di pipeline akan meningkat cukup signifikan. Ini disebabkan karena program Bapak Presiden,” kata Rosan.

Ia menambahkan, peningkatan minat juga terlihat pada kawasan industri, yang dinilai akan ikut terdorong oleh kebutuhan perumahan, infrastruktur, dan aktivitas manufaktur. Dua sektor ini bahkan berpotensi menggeser dominasi sektor-sektor lain dalam waktu dekat.

Optimisme tersebut membuka babak baru dalam peta investasi nasional. Jika selama ini investasi terkonsentrasi pada logam dasar dan pertambangan, masuknya modal besar ke sektor perumahan dan kawasan industri dapat memperluas dampak ekonomi hingga ke sektor konstruksi, tenaga kerja, dan industri pendukung.

Namun, tantangan tetap ada. Program ambisius pembangunan jutaan rumah menuntut kepastian lahan, pembiayaan, serta koordinasi lintas sektor yang solid. Tanpa itu, lonjakan minat investor berisiko terhambat di tahap perencanaan.

Baca Juga  Investasi Asing Mengalir Deras, Prabowo Minta Data Dibuka ke Publik

Dengan capaian hampir Rp 2.000 triliun dan dominasi investor asing dari Singapura, realisasi investasi 2025 menunjukkan kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia masih terjaga. Pertanyaan berikutnya bukan lagi soal besaran angka, melainkan kualitas dan arah investasi: apakah mampu mendorong pemerataan, menciptakan lapangan kerja berkelanjutan, dan mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif.

BKPM PMA Rosan Roeslani
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKasus Saham SWAT Masuk Tahap Penuntutan, OJK Bongkar Rekayasa Transaksi 2018
Next Article Video: Ilham DPR Sedih & Prihatin ke Menteri KKP: Nelayan di Kota Langsa Tak Dikunjungi, Malah Bagi Bansos

Berita Lainnya

Kemenperin Cetak 2.369 Lulusan Vokasi Industri, Tingkat Penyerapan Kerja Capai 63,7%

17 Juli 2026 / 10:54 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB

Pelindo dan Arab Saudi Jajaki Kerja Sama Pelabuhan, Bahas Investasi hingga Pelayaran Langsung

16 Juli 2026 / 15:37 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dorong Indonesia Maksimalkan Potensi Ekonomi Selat Malaka

25 Juni 2026 / 20:56 WIB

Prabowo Minta Danantara Genjot Pariwisata, Rosan: Potensi Indonesia Sangat Besar

23 Juni 2026 / 07:57 WIB

Ekonom Ingatkan Risiko di Balik Sukses Obligasi Danantara: Jangan Terlalu Cepat Berpesta!

16 Juni 2026 / 12:20 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Bantah Sony Sonjaya Pelaku Utama, Kuasa Hukum Ungkap Sosok Dalang Sebenarnya

Ahmad Nuryaman25 Juni 2026 / 12:03 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.