Jakarta (tutur.co.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak bervariasi (mixed) pada perdagangan Selasa (30/6/2026) dengan rentang pergerakan 5.734-6.100. Di tengah ketidakpastian pasar, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham yang layak dicermati, yakni HMSP, DSSA, dan UNVR.
Dalam riset paginya, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan pergerakan IHSG akan dipengaruhi sejumlah sentimen domestik, terutama rilis data PMI Manufaktur, inflasi, dan neraca perdagangan Indonesia yang menjadi indikator kesehatan ekonomi nasional. Selain itu, rencana penawaran umum perdana saham (IPO) sejumlah emiten pada awal Juli juga berpotensi menyerap likuiditas pasar dalam jangka pendek.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak mixed cenderung melemah dengan support 5.730 dan resistance 6.000. Peluang rebound masih terbatas selama IHSG belum mampu kembali menembus area resistance tersebut,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Dari eksternal, sentimen positif datang dari pasar saham Amerika Serikat setelah Wall Street ditutup menguat pada perdagangan semalam. Indeks Dow Jones naik 0,55%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat 1,18% dan 2,07%.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham HMSP dengan target harga Rp675-Rp695, DSSA dengan target harga Rp840-Rp860, serta UNVR dengan target harga Rp1.810-Rp1.855.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 75,34 poin atau 1,28% ke level 5.820,79. Pelemahan tersebut diiringi aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp881,59 miliar. Saham BBCA menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih Rp406,88 miliar, disusul BMRI sebesar Rp97,82 miliar.
Tekanan terhadap IHSG dipicu pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar (big cap), seperti BBCA yang anjlok 4,05% hingga kembali berada di bawah level Rp6.000. Pelemahan juga terjadi pada saham TPIA, BREN, BRPT, dan CDIA, serta tiga bank besar lainnya, yakni BBRI, BMRI, dan BBNI.
Secara sektoral, mayoritas indeks ditutup di zona merah. Sektor keuangan, material dasar, dan infrastruktur masing-masing terkoreksi lebih dari 1%, sedangkan sektor properti menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan kenaikan signifikan. OILS memimpin penguatan setelah melonjak 31,33% ke Rp218, diikuti ASPI yang naik 25% ke Rp360, TRUS menguat 19,43% ke Rp418, AYLS naik 16,95% ke Rp138, dan PMUI menguat 16,88% ke Rp90.

