Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada awal pekan, Senin (20/7/2026). Secara teknikal, indeks berpeluang menguji area 6.225-6.280, didukung perbaikan indikator teknikal serta penguatan nilai tukar rupiah.
Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), IHSG ditutup menguat 67,3 poin atau 1,10% ke level 6.175,5. Sepanjang pekan lalu, indeks berhasil mencatat kenaikan 4,2%, mencerminkan kembali meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap aset domestik.
Di pasar valuta asing, rupiah juga menunjukkan penguatan. Mata uang Garuda ditutup menguat 0,36% ke level Rp17.921 per dolar AS. Dalam sepekan terakhir, rupiah terapresiasi sekitar 0,8% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya.
Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG didukung sinyal teknikal yang semakin positif. Indeks telah ditutup di atas moving average (MA) 5 dan MA10 pada grafik mingguan. Sementara itu, histogram MACD negatif terus menyempit dan berpotensi membentuk golden cross, didukung indikator stochastic RSI yang bergerak naik di area pivot.
“Dengan kondisi tersebut, IHSG berpeluang menguji level resistance pada kisaran 6.225-6.280,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Minggu (19/7/2026).
Selain sentimen teknikal, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan rilis pekan ini, antara lain hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, perkembangan pertumbuhan kredit perbankan, serta data M2 Money Supply yang menjadi indikator likuiditas di perekonomian.
Enam Saham Pilihan
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas merekomendasikan enam saham yang dinilai memiliki prospek menarik untuk strategi trading buy pada awal pekan.
TLKM menjadi salah satu pilihan utama dengan area akumulasi di Rp2.580-Rp2.660 dan target harga Rp2.710. Support berada di Rp2.580 dengan stop loss di Rp2.450.
Untuk sektor perbankan, BBCA direkomendasikan beli pada kisaran Rp6.275-Rp6.475 dengan target Rp6.575 dan stop loss di Rp5.975.
Sementara itu, BBRI dapat dicermati pada area Rp2.870-Rp2.970 dengan target harga Rp3.030 dan stop loss di Rp2.710.
Di sektor perbankan lainnya, BBTN direkomendasikan masuk pada rentang Rp1.230-Rp1.260 dengan target Rp1.285 dan stop loss di Rp1.175.
Untuk sektor kesehatan, KLBF menjadi pilihan dengan area beli Rp730-Rp760, target harga Rp780, dan stop loss di Rp680.
Adapun dari sektor energi, AADI direkomendasikan dibeli pada kisaran Rp8.525-Rp8.750 dengan target Rp8.875 dan stop loss di Rp8.175.
Investor tetap disarankan menerapkan manajemen risiko dan disiplin menggunakan batas stop loss, mengingat sentimen global dan arah kebijakan moneter masih berpotensi memengaruhi volatilitas pasar dalam jangka pendek.

