Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (22/7/2026), meski investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek setelah reli dalam beberapa hari terakhir.
Dalam laporan MNCS Daily Scope Wave, MNC Sekuritas mencatat IHSG menguat 1,74% ke level 6.340, didukung peningkatan volume pembelian. Penguatan tersebut juga berhasil membawa indeks menembus level MA60, yang dinilai memperkuat sinyal positif secara teknikal.
“Kami memperbarui skenario IHSG, di mana pada skenario hitam posisi indeks saat ini sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c) dari wave [iv],” tulis tim riset MNC Sekuritas dalam laporannya, Rabu (22/7/2026).
Berdasarkan analisis tersebut, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.355-6.398.
Meski demikian, investor diminta tetap mencermati peluang terjadinya aksi ambil untung dalam jangka pendek. MNC memperkirakan koreksi sehat berpotensi membawa IHSG menguji area 6.274-6.307 sebelum melanjutkan tren penguatannya.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas menempatkan support IHSG pada level 6.111 dan 5.839, sedangkan resistance berada di 6.377 dan 6.599.
Seiring prospek penguatan indeks, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham pilihan yang dinilai menarik untuk dicermati investor.
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) direkomendasikan Trading Buy setelah melonjak 7,83% ke level 620 dengan peningkatan volume pembelian. MNC menilai BRMS tengah berada pada bagian wave [v] dari wave 1 dari wave (C).
Trading Buy: 580-600
Target harga: 640 dan 670
Stop loss: di bawah 560
Sementara itu, PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) direkomendasikan Buy on Weakness. Meski terkoreksi 0,78% ke 635, tekanan jual dinilai masih menjadi bagian dari fase awal penguatan.
Buy on Weakness: 615-630
Target harga: 670 dan 710
Stop loss: di bawah 590
Untuk saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), MNC juga memberikan rekomendasi Buy on Weakness. Saham ini naik 1,87% ke 2.720 dengan volume pembelian yang meningkat, meski masih tertahan oleh area MA60 dan MA200.
Buy on Weakness: 2.590-2.690
Target harga: 2.840 dan 2.970
Stop loss: di bawah 2.480
Adapun PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga masuk daftar pilihan. Saham TLKM menguat 1,48% ke 2.750, namun masih belum mampu menembus MA60. MNC memperkirakan TLKM sedang berada pada bagian wave (iii) dari wave [c].
Buy on Weakness: 2.630-2.700
Target harga: 2.820 dan 2.900
Stop loss: di bawah 2.600

