Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (22/7/2026) dengan peluang menguji level 6.400. Di tengah sentimen positif tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai berpotensi mencetak cuan, yakni ARKO, RAJA, BUVA, BRMS, dan DSSA.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 6.300, pivot 6.350, dan resistance 6.400.
IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat 1,74% ke level 6.340,02, didorong oleh berlanjutnya minat beli investor.
Menurut Phintraco Sekuritas, perhatian pasar kini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Konsensus memperkirakan BI Rate akan naik 25 basis poin menjadi 6%. Selain itu, investor juga menunggu rilis data pertumbuhan kredit Juni 2026 yang diproyeksikan melambat menjadi 9% secara tahunan (year on year/YoY) dari 11,51% YoY pada Mei 2026.
Secara teknikal, Phintraco menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka setelah indeks mampu bertahan di atas level psikologis 6.300.
“IHSG berhasil bertahan di atas level 6.300 seiring pembentukan histogram positif MACD yang terus berlanjut. Dengan demikian, IHSG hari ini berpeluang melanjutkan penguatan menuju level 6.375–6.400,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (22/7/2026).
Dari sisi fundamental, Phintraco menilai sejumlah kebijakan pemerintah berpotensi menopang stabilitas pasar pada semester II-2026.
Kementerian Keuangan bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) disebut telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi, mulai dari optimalisasi penempatan dana pemerintah di perbankan guna menjaga likuiditas, pemberian insentif biaya transportasi dan impor untuk menekan biaya industri, hingga menjaga daya beli masyarakat melalui stabilisasi harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pangan pokok.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menopang aktivitas dunia usaha sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.
Selain itu, pemerintah juga akan menerbitkan Panda Bonds atau obligasi berdenominasi yuan senilai US$1 miliar pada 23 Juli 2026. Obligasi tersebut telah memperoleh peringkat AAA/Stable dari Lianhe Credit Rating.
Menurut Phintraco, penerbitan Panda Bonds menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan pemerintah sekaligus memperluas akses ke pasar keuangan internasional.
Di sisi lain, pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) juga dinilai berpotensi meningkatkan arus modal asing (capital inflow) ke Indonesia melalui pembukaan sumber pembiayaan baru.
Seiring kombinasi sentimen teknikal dan fundamental tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang layak dicermati investor, yakni ARKO, RAJA, BUVA, BRMS, dan DSSA.

