Jakarta (Tutur.co.id) – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, kini tengah mendapat tuntutan dari salah satu pegawainya di Kementerian HAM. Ia dituding telah melakukan Tindakan sewenang-wenang kepada Ernie Nurheyanti M Toelle.
Namun saat ditemui dalam acara Kick Off dan Peluncuran Program Media Pers dan Pembangunan Peradaban HAM, Natalius Pigai enggan berkomentar. Dalam kesempatan itu, ia mengaku hanya akan menjawab terkait acara hari itu dan kinerja Kementerian HAM yang usianya baru setahun.
“Media itu salah satu pilar terpenting yang keempat dari demokrasi. Demokrasi itu ada dalam hak asasi manusia. Karena itu kita mau ingin supaya media menjadi pilar demokrasi yang terpenting dalam rangka pembangunan nasional,” kata Pigai terkait acara itu.
Selain konflik dengan pegawainya, Menteri HAM Natalius Pigai juga menjadi topik hangat perbincangan setelah terlibat ‘konflik’ dengan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar.
Keduanya beradu argument di platform X (Twitter) dan sama-sama berani menggelar debat terbuka. Namun Natalius Pigai juga enggan menanggapi pertanyaan terkait hal tersebut.

