Jakarta (tutur.co.id)- Pertamina mendorong wirausaha perempuan ultra mikro hingga kecil untuk naik kelas dan berdaya saing melalui Program PFpreneur 2026. Sebanyak 3.489 wirausaha perempuan dari seluruh Indonesia mengikuti sosialisasi pra-kurasi secara daring, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.
Peserta yang lolos dari 8.196 pendaftar ini mendapatkan pembekalan dasar usaha, mulai dari peran sebagai founder, pemahaman pelanggan, hingga penguatan nilai produk. Tahap pra-kurasi menjadi bagian awal dari rangkaian pembinaan berjenjang yang dilanjutkan dengan kurasi 1, kurasi 2, hingga kurasi final melalui platform e-learning PFseries.
Manager SMEPP PT Pertamina (Persero), Fety, mengatakan PFpreneur merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem pembinaan UMKM perempuan yang terintegrasi. Program ini juga menjadi pintu masuk menuju pembinaan lanjutan seperti UMK Academy hingga UMK Go Global.
“Wirausaha perempuan adalah sosok Kartini yang berperan penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia. Melalui PFpreneur, kami memperkuat fondasi para womenpreneur agar siap naik kelas ke tahap pembinaan yang lebih lanjut,” ujar Fety.
Sejak diinisiasi Pertamina Foundation pada 2020, PFpreneur telah mendampingi 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor. Salah satu peserta, Sofyani Mirah dari Yogyakarta, berhasil menembus pasar internasional setelah mengikuti program ini, termasuk menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menegaskan PFpreneur bukan sekadar pelatihan, melainkan ekosistem pemberdayaan perempuan. “Program ini menunjukkan bahwa Pertamina hadir bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai energi penggerak keberdayaan perempuan Indonesia,” ujarnya.

