Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
  • Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»CORE Wanti-Wanti Pajak 2026 Berpotensi Jebol, Defisit Bisa Melebar

CORE Wanti-Wanti Pajak 2026 Berpotensi Jebol, Defisit Bisa Melebar

Makro Gusti Tetiro30 April 2026 / 09:48 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kanan) dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berbincang sebelum menyampaikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Januari 2026 namun masih dalam koridor desain APBN 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Lembaga riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mengingatkan risiko serius terhadap penerimaan negara tahun ini. Target pajak 2026 dinilai berpotensi meleset signifikan, bahkan dalam skenario terburuk bisa mencapai ratusan triliun rupiah.

Direktur Riset Makroekonomi CORE, Akhmad Akbar Susamto, memproyeksikan shortfall penerimaan pajak berada di kisaran Rp171 triliun hingga Rp484 triliun. Rentang yang lebar ini mencerminkan tingginya ketidakpastian fiskal di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

“Rentang yang besar ini menunjukkan kapasitas penerimaan negara masih rapuh,” ujarnya, seperti dilansir Antara, dalam paparan Quarterly Economic Review Q1-2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Secara nominal, kinerja pajak kuartal I-2026 memang terlihat tumbuh. Data Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat realisasi pajak mencapai Rp394,8 triliun atau 16,7% dari target tahunan Rp2.364 triliun. Namun, capaian ini justru lebih rendah dibanding periode yang sama dua tahun sebelumnya.

CORE menilai, pertumbuhan tersebut bersifat semu. Lonjakan penerimaan pada Januari dan Februari—yang masing-masing tumbuh di atas 30%—tidak berlanjut di Maret yang hanya naik 7,6%. Perlambatan ini terjadi seiring meredanya konsumsi pasca momentum Ramadan dan Lebaran.

Lebih dalam lagi, struktur penerimaan pajak dinilai belum sehat. Hampir 40% penerimaan masih ditopang pajak konsumsi seperti PPN dan PPnBM yang melonjak 57,7%. Sebaliknya, pajak yang mencerminkan aktivitas ekonomi riil seperti PPh Badan dan PPh Final hanya tumbuh tipis di kisaran 5%.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa basis pajak belum benar-benar melebar, sementara kepatuhan dan kualitas pertumbuhan ekonomi juga belum cukup kuat menopang penerimaan jangka panjang.

“Ini lebih karena faktor musiman, bukan perbaikan struktural,” tegas Akbar.

Dengan kondisi tersebut, CORE memperkirakan total penerimaan pajak sepanjang 2026 hanya berada di kisaran Rp1.880 triliun hingga Rp2.193 triliun—di bawah target pemerintah.

Baca Juga  Ekonom UI: Orang Desa Bisa Kena Dampak Kurs, Pernyataan Presiden Prabowo Bisa Membawa Kebijakan Salah Arah

Untuk menutup potensi lubang fiskal, CORE mendorong percepatan implementasi sistem Coretax guna meningkatkan kepatuhan dan efisiensi administrasi pajak. Selain itu, pemerintah juga disarankan mempertimbangkan penerapan windfall tax, khususnya pada sektor energi dan pertambangan yang tengah menikmati lonjakan harga komoditas global.

Langkah ini dinilai bisa menjadi bantalan tambahan bagi kas negara di tengah tekanan eksternal yang belum mereda.

CORE Indonesia Defisit APBN headline pajak 2026 Penerimaan Negara
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Gerbong Perempuan KRL Diusulkan Pindah, Pengamat: Absurd! Solusinya Bukan Itu
Next Article The Fed Tahan Suku Bunga, Retak Internal Terbesar Sejak 1992 Bikin Pasar Waspada

Berita Lainnya

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Inflasi Energi Mengancam Dunia, Dolar AS dan Emas Jadi Sorotan

Gusti Tetiro21 Mei 2026 / 14:30 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.