Jakarta (tutur.co.id) – Gojek resmi memberlakukan biaya pembatalan sebesar Rp3.000 bagi pelanggan yang membatalkan pesanan layanan GoCar, di luar layanan GoCar Instant dan GoCar Rental. Kebijakan ini diterapkan sebagai bentuk kompensasi bagi mitra pengemudi yang telah meluangkan waktu untuk proses penjemputan.
Aturan tersebut mulai diberlakukan secara bertahap sejak 3 Februari di sejumlah kota besar, antara lain Bali, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Bandung, Malang, dan Makassar. Gojek menyatakan kebijakan ini akan dievaluasi secara berkala sebelum diperluas ke kota-kota lainnya.
Mengutip laman resmi Gojek, biaya pembatalan berlaku baik untuk pembatalan yang dilakukan pelanggan maupun pengemudi dengan kondisi tertentu.
Untuk pembatalan oleh pelanggan, biaya dikenakan apabila pengemudi telah tiba di titik penjemputan. Selain itu, biaya juga berlaku jika pengemudi telah menempuh perjalanan lebih dari 1 kilometer menuju lokasi penjemputan atau telah berlalu lebih dari tujuh menit sejak pelanggan memperoleh pengemudi dan pengemudi sudah bergerak menuju lokasi penjemputan.
Sementara itu, apabila pembatalan dilakukan oleh pengemudi setelah menunggu penumpang di titik penjemputan selama 10 menit atau lebih, biaya pembatalan tetap dibebankan kepada pelanggan. Seluruh biaya pembatalan tersebut akan diterima sepenuhnya oleh mitra pengemudi.
“Biaya pembatalan akan 100% dibayarkan kepada mitra driver sebagai bentuk kompensasi dari waktu tunggu ataupun proses penjemputan yang sudah dilakukan,” tulis Gojek dalam keterangan resminya, Senin (29/6/2026).
Pembayaran biaya pembatalan dilakukan secara non-tunai (cashless) melalui GoPay, kartu pembayaran, atau dompet digital (e-wallet). Sementara bagi pelanggan yang memilih metode pembayaran tunai, sistem akan mencatat tagihan biaya pembatalan yang harus diselesaikan sebelum dapat melakukan pemesanan berikutnya.
Meski demikian, terdapat sejumlah kondisi yang membuat pelanggan tidak dikenakan biaya pembatalan. Pertama, apabila pengemudi membatalkan pesanan di luar ketentuan yang berlaku. Kedua, apabila pengemudi tiba di lokasi penjemputan yang berbeda dengan titik yang tertera di aplikasi. Ketiga, apabila pembatalan terjadi di luar kriteria pengenaan biaya pembatalan.
Selain itu, Gojek memberikan pembebasan biaya (waiver) untuk pembatalan pertama. Dengan demikian, pelanggan baru akan dikenakan biaya mulai pembatalan berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Biaya pembatalan baru akan dikenakan pada pembatalan berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini kami ambil sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan pengalaman terbaik bagi semua pihak dalam ekosistem Gojek,” tulis perusahaan.

