Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Ekonomi Hijau»Dunia Waswas Krisis Pangan, Indonesia Catat Rekor CBP 4,7 Juta Ton

Dunia Waswas Krisis Pangan, Indonesia Catat Rekor CBP 4,7 Juta Ton

Ekonomi Hijau Galuh Parantri15 April 2026 / 16:15 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Tutur/Bakom RI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)- Ketegangan geopolitik global akibat konflik di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pangan.
Gangguan logistik dan ketidakpastian perdagangan internasional berpotensi menekan pasokan serta mendorong kenaikan harga. Bahkan Rusia menyerukan pembentukan cadangan pangan bersama negara-negara BRICS sebagai langkah antisipatif.

Di tengah situasi tersebut, Indonesia justru mencatat capaian positif. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 4,7 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah—dan terus menuju 5 juta ton.

Selain itu, ketersediaan beras di pasar domestik dan sektor HoReCa mencapai 12 juta ton. Ditambah potensi produksi dari standing crop hingga akhir tahun, total ketersediaan ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan pangan hingga 11 bulan ke depan.

Capaian ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah sejak awal. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pentingnya swasembada pangan agar Indonesia tidak bergantung pada impor, terutama dalam situasi krisis global.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan langkah antisipatif telah dilakukan sejak dini, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.

“Sejak awal, Bapak Presiden sudah menekankan pentingnya swasembada dan penguatan cadangan pangan. Ini menjadi langkah strategis menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian,” ujar Amran (15/4/2026).

Ia menambahkan, cadangan saat ini mencerminkan kesiapan Indonesia menghadapi berbagai skenario krisis.

“Dengan cadangan 4,7 juta ton yang terus menuju 5 juta ton, kebutuhan pangan kita cukup hingga 11 bulan ke depan,” tegasnya.

Kementerian Pertanian menilai dinamika global menunjukkan pentingnya cadangan pangan yang kuat dan mandiri, mengingat rantai pasok global rentan terganggu.

Terkait usulan Rusia soal cadangan pangan BRICS, pemerintah memandangnya sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan global sekaligus membuka peluang kontribusi Indonesia di tingkat internasional.

Baca Juga  Swasembada Beras, Komisi IV Ingatkan Stabilitas Produksi dan Kesejahteraan Petani

Dengan tiga lapisan ketersediaan—cadangan pemerintah, pasokan pasar, dan proyeksi produksi—Indonesia dinilai berada pada posisi cukup kuat menghadapi potensi krisis pangan global.

Kementerian pertanian ketahanan pangan ketahanan pangan Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenlu Turki: Israel Tidak Bisa Hidup Tanpa Ada Musuh
Next Article Tahanan Istimewa Yaqut, Dewas Periksa Pelapor Dugaan Pelanggaran Kode Etik Pimpinan KPK

Berita Lainnya

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Nanik S Deyang Tak Muncul, BGN Pamer Opini ‘Pujian’ dari BPK

17 Juli 2026 / 16:14 WIB

Pertamina Dukung Proyek PSEL Kertamantul, Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

17 Juli 2026 / 13:15 WIB

Kabar Baik! Bansos BPNT Triwulan III 2026 Mulai Cair Rp 600.000, Cek Syarat dan Penerimanya

17 Juli 2026 / 13:08 WIB

Dua Kali Disambut Sri Sultan di Yogyakarta, Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inovasi Hijau

17 Juli 2026 / 13:01 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Rp3 Juta, Galeri 24 Melemah

Sasha Widiawati16 April 2026 / 09:09 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.