Ankara (tutur.co.id) – Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan Israel saat ini tengah berupaya menggeser fokus strategisnya ke negaranya. Bahkan Fidan dengan terang-terangan menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memang mengandalkan musuh eksternal untuk mengamankan agenda politiknya di dalam negeri.
Nah menurut Hakan Fidan, negara yang dipilih Netanyahu selanjutnya setelah konflik dengan Iran sedikit mereda adalah Turki. Namun secara tak langsung Fidan tampak mengirim pesan bahwa Tel Aviv salah jika akan menjadikan Turki sebagai lawan.
“Israel tidak dapat hidup tanpa musuh, dan setelah Iran, Netanyahu berupaya menyatakan Turki sebagai musuh baru,” kata Fidan dalam konferensi pers di Ankara, Rabu 15 April 2026.
Yang membuat Fidan semakin kesal, kali ini ia mencium gelagat Israel mencoba untuk menggandeng Yunani dan Siprus, dua negara yang memang sedikit kurang harmonis dengan Turki lewat sejarah panjang perebutan wilayah.
Fidan memperingatkan aliansi yang coba dibangun Israel tersebut berisiko memicu ketidakstabilan. Fidan juga menyerukan kerangka keamanan regional yang komprehensif berdasarkan rasa saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah.
Mengenai ketegangan maritim, Fidan menegaskan kembali posisi Ankara bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka melalui cara damai dan memperingatkan bahwa intervensi internasional bersenjata apa pun akan menimbulkan lebih banyak kesulitan.
Perang Kata-kata Turki Versus Israel
Pernyataan Fidan ini memang disampaikan sehari setelah terjadi retorika tajam antara pejabat Israel dan Turki. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Israel Katz, dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menuduh Presiden Recep Tayyip Erdogan melakukan antisemitisme, mendukung terorisme, dan gagal menanggapi serangan rudal Iran di wilayah Turki.
Israel Katz bahkan menggambarkan sosok Erdogan sebagai macan kertas dan mencapnya sebagai anggota Ikhwanul Muslimin (organisasi yang oleh beberapa negara dianggap sebagai teroris) karena telah membantai Suku Kurdi.
Tak tinggal diam, Erdogan langsung membalas dengan menyebut Israel sebagai ‘jaringan haus darah’ karena telah menyerang sekolah dan rumah sakit. Bahkan sebelumnya, Ankara juga menyebut Netanyahu sebagai “Hitler Zaman Now”.
Kementerian Luar Negeri Turki juga mengutuk keras pernyataan pejabat-pejabat Israel dan menggambarkan Netanyahu sebagai penjahat perang dan pantas diseret ke Pengadilan Internasional terutama dengan aksi kejamnya ke warga Palestina.

