Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Dari Dedolarisasi Hingga Borong Emas 15 Bulan Beruntun, Ini Sejumlah Strategi Bisnis Bank Sentral China

Dari Dedolarisasi Hingga Borong Emas 15 Bulan Beruntun, Ini Sejumlah Strategi Bisnis Bank Sentral China

Finance Gusti Tetiro08 Februari 2026 / 03:20 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
People's Bank of China (Foto: pbc.gov.cn)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Bank sentral China, People’s Bank of China (PBOC), kembali menambah cadangan emasnya dan memperpanjang tren pembelian selama 15 bulan berturut-turut. Langkah ini menegaskan kuatnya permintaan emas oleh otoritas moneter China di tengah fluktuasi tajam harga emas dunia yang sempat tertekan pada akhir Januari 2026.

Berdasarkan data resmi yang dirilis pada Sabtu (7/2/2026), cadangan emas PBOC bertambah 40.000 troy ons pada Januari 2026. Aksi borong emas ini merupakan kelanjutan dari strategi diversifikasi aset yang telah dimulai sejak November 2024, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

 

Harga Emas Bergejolak, China Tetap Agresif

Pembelian emas oleh China terjadi saat pasar global berada dalam fase volatil. Sepanjang Januari 2026, lonjakan minat spekulatif sempat mendorong harga emas dan perak mencetak rekor tertinggi secara beruntun. Namun, reli tersebut berbalik arah setelah terjadi aksi jual tajam yang menekan harga emas secara signifikan di penghujung bulan.

Meski saat ini harga emas mulai menunjukkan pemulihan terbatas, pelaku pasar masih bersikap hati-hati. Investor global terpantau melakukan penyesuaian ulang portofolio menyusul guncangan pasar yang terjadi dalam waktu singkat tersebut.

 

Bank Sentral Jadi Penopang Pasar Emas

Di tengah ketidakpastian tersebut, pembelian oleh bank sentral tetap menjadi faktor penopang utama pasar emas. Data World Gold Council (WGC) menunjukkan, pembelian emas oleh bank sentral dunia meningkat pada kuartal IV-2025, dengan total akumulasi sepanjang 2025 mencapai lebih dari 860 ton.

Meski belum menyamai rekor tahunan sebelumnya yang menembus 1.000 ton, WGC memperkirakan permintaan emas oleh bank sentral akan tetap berada di level tinggi. Kondisi ini mencerminkan peran emas yang semakin strategis sebagai aset cadangan utama ketika risiko ekonomi global meningkat.

Baca Juga  Jaga Inflasi, Tito: Kementerian, Lembaga dan Pemda Perketat Pengawasan Harga Pangan

 

Dedolarisasi dan Strategi Jangka Panjang China

Tren akumulasi emas yang dilakukan China tidak berdiri sendiri. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi global bank sentral untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS atau dikenal sebagai dedolarisasi. Dengan meningkatkan porsi emas dalam cadangan devisa, negara dapat memperkuat ketahanan ekonomi serta memitigasi risiko inflasi global dan potensi sanksi keuangan.

Emas dipilih karena memiliki nilai intrinsik yang relatif stabil dan likuiditas tinggi di pasar internasional. Bagi China, pembelian emas selama 15 bulan berturut-turut ini bukan sekadar keputusan investasi jangka pendek, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi yuan di kancah global sekaligus mengantisipasi ketidakpastian geopolitik yang terus membayangi perekonomian dunia.

cadangan emas China dedolarisasi China harga emas global PBOC borong emas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBruno Fernandes Puji Carrick Setinggi Langit
Next Article Indonesia Gagal Juara Piala Asia Futsal 2026 Usai Takluk dari Iran

Berita Lainnya

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB

DPR: Lembaga Keuangan di PFII Tak Diawasi OJK, Pengawasan Beralih ke Dewan Pertimbangan

16 Juli 2026 / 10:07 WIB

LPS: Penjaminan Simpanan Tak Perlu Diterapkan di Pusat Keuangan Internasional Indonesia

09 Juli 2026 / 10:30 WIB

OJK Minta Bank Blokir 36.191 Rekening Terindikasi Judi Online, Pengawasan Diperketat

08 Juli 2026 / 10:28 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Balogun Mendadak Lolos Sanksi, Muncul Laporan Trump Hubungi Presiden FIFA

Deba Salamah06 Juli 2026 / 21:30 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.