New York (Tutur.co.id) – Timnas Amerika Serikat mendapat kabar menggembirakan jelang menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Striker andalan Folarin Balogun dipastikan tetap bisa bermain setelah FIFA menangguhkan hukuman larangan satu pertandingan akibat kartu merah yang diterimanya pada laga sebelumnya.
Keputusan tersebut menjadi angin segar bagi pelatih Mauricio Pochettino yang kini kembali dapat mengandalkan penyerang terbaiknya dalam laga hidup-mati melawan Belgia.
Namun, keputusan FIFA ini juga memunculkan perdebatan karena beredar laporan mengenai adanya komunikasi dari Gedung Putih kepada Presiden FIFA Gianni Infantino sebelum putusan tersebut diumumkan.
Dalam penjelasannya, FIFA mengacu pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA sebagai dasar hukum untuk menangguhkan pelaksanaan hukuman disiplin terhadap Balogun.
Pasal tersebut menyatakan bahwa badan yudisial FIFA dapat memutuskan untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi disiplin, baik seluruhnya maupun sebagian. Meski demikian, regulasi tersebut tidak menjelaskan secara rinci kondisi atau kriteria kapan kewenangan tersebut dapat digunakan.
Artinya, FIFA memiliki ruang untuk meninjau kasus-kasus tertentu yang dinilai layak dipertimbangkan kembali sebelum hukuman dijalankan. Hingga kini, FIFA belum memberikan penjelasan detail mengenai alasan spesifik di balik keputusan menangguhkan hukuman Balogun.
Penangguhan hukuman terhadap Balogun bukan merupakan kasus pertama selama Piala Dunia 2026. Sebelum turnamen dimulai, FIFA juga menggunakan mekanisme yang sama terhadap Cristiano Ronaldo.
Saat itu, hukuman larangan bertanding tiga pertandingan yang diterima Ronaldo akibat pelanggaran keras pada kompetisi sebelumnya tidak langsung diberlakukan, sehingga kapten Portugal tetap dapat tampil pada seluruh pertandingan fase grup.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa FIFA memang memiliki kewenangan untuk menunda pelaksanaan sanksi disiplin dalam kondisi tertentu.
Terlepas dari berbagai perdebatan yang muncul, keputusan tersebut jelas menguntungkan Amerika Serikat. Balogun merupakan salah satu pemain paling berpengaruh dalam skuad Mauricio Pochettino sepanjang Piala Dunia 2026.
Penyerang berusia 25 tahun itu telah mencetak tiga gol dan menjadi ujung tombak utama lini serang USMNT. Kehadirannya diperkirakan akan meningkatkan peluang Amerika Serikat untuk mengakhiri rekor buruk melawan Belgia dan lolos ke babak perempat final.
Di tengah keputusan FIFA tersebut, muncul laporan yang memicu perhatian publik. Jurnalis Ben Jacobs mengklaim bahwa Gedung Putih disebut melakukan panggilan langsung kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, meminta agar kartu merah Balogun ditinjau kembali.
Menurut laporan tersebut, komunikasi itu dilakukan sebelum keputusan resmi FIFA diumumkan. Namun, FIFA membantah adanya campur tangan politik dalam proses pengambilan keputusan.
Federasi sepak bola dunia itu menegaskan bahwa kasus Balogun diputuskan oleh panel disiplin independen, sehingga komunikasi dari pihak mana pun tidak memengaruhi hasil akhir.
Dengan demikian, hingga saat ini tidak ada bukti resmi yang menunjukkan bahwa keputusan tersebut dipengaruhi oleh pemerintah Amerika Serikat.
Meski FIFA telah memberikan klarifikasi, laporan mengenai komunikasi dari Gedung Putih kembali memunculkan perdebatan. Selama beberapa tahun terakhir, hubungan yang cukup dekat antara Gianni Infantino dan Presiden Donald Trump memang kerap menjadi perhatian publik.
Karena itu, keputusan penangguhan hukuman Balogun diperkirakan akan semakin memperkuat kritik dari sebagian pihak yang sebelumnya mempertanyakan independensi FIFA selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Namun, hingga kini FIFA tetap bersikeras bahwa keputusan tersebut sepenuhnya merupakan hasil proses disipliner yang independen sesuai dengan regulasi yang berlaku.

