Jakarta (tutur.co.id) — Rencana besar pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi memasuki tahap krusial. Pemerintah melalui Danantara Indonesia kini membidik lahan strategis hanya sekitar 400 meter dari Masjidil Haram, salah satu lokasi paling prestisius di Mekkah.
Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa CEO Danantara, Rosan Roeslani, tengah bersaing dengan puluhan pihak lain untuk mendapatkan lahan tersebut. “Bulan ini, Pak Rosan Danantara lagi menge-bid melawan beberapa puluh pesaing untuk dapat tanah 400 meter dari Masjidil Haram,” ujar Hashim dalam acara Economic Briefing 2026 di Jakarta, Kamis.
Langkah ini didorong oleh pertimbangan demografis jamaah haji Indonesia yang didominasi usia lanjut. Menurut Hashim, banyak jamaah berusia 60 hingga 70 tahun yang harus menempuh jarak jauh untuk beribadah. “Jamaah Indonesia yang ke Tanah Suci banyak yang sudah sepuh, sudah umur 60–70 tahun. Harus jalan kaki 9–10 km,” ujarnya.
Dengan adanya Kampung Haji, pemerintah berharap jamaah Indonesia dapat beribadah dengan lebih nyaman, terjangkau, dan dekat dengan pusat aktivitas di Masjidil Haram. Proyek ini juga dirancang sebagai kawasan terpadu yang tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga fasilitas penunjang bagi jamaah.
Hashim menyebut, tahap awal pembangunan direncanakan mencakup sekitar 15 menara dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk pusat kuliner khas Indonesia. “Saya dengar mau dibangun kurang lebih 15 menara di tempat yang pertama. Nanti ada tempat-tempat lain, restoran nasi padang atau nanti restoran Aceh. Nanti yang tua-tua, sepuh-sepuh, bisa di sana. Bisa istirahat,” katanya.
Ia menilai proyek ini sebagai terobosan strategis untuk meningkatkan kualitas layanan haji bagi umat Islam Indonesia. Selain mendekatkan akses ke Masjidil Haram, proyek ini juga diharapkan mampu menekan biaya dan meningkatkan kenyamanan jamaah.
Menurut Hashim, peluang mendapatkan lokasi strategis tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah Arab Saudi. Presiden Prabowo Subianto disebut telah memperoleh komitmen dari Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman.
“Indonesia dapat tempat dekat dengan Kabah, dekat dengan Masjidil Haram. 2,5 km. Ini sangat berdampak positif bagi umat Islam di Indonesia,” kata Hashim.
Sebelumnya, pemerintah melalui Danantara telah mengamankan lahan seluas sekitar 45 hektare untuk pengembangan Kampung Haji Indonesia. Proyek ini tidak hanya ditujukan untuk pelayanan jamaah, tetapi juga diharapkan memperkuat ekosistem halal global serta menciptakan dampak ekonomi berlipat bagi Indonesia.

