Jakarta (tutur.co.id) – Hassan Wirajuda menilai Indonesia hanya dapat menjadi mediator konflik Amerika Serikat (AS)–Israel versus Iran jika terdapat keinginan dari kedua belah pihak. Tanpa penerimaan tersebut, peluang mediasi dinilai sulit terwujud.
Pernyataan itu disampaikannya setelah menghadiri diskusi kebangsaan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Menurut Hassan, syarat dasar mediasi adalah adanya kesediaan dari pihak-pihak yang bertikai untuk duduk bersama.
