Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Perundingan AS dan Iran di Pakistan Buntu, Perang Lanjut!

Perundingan AS dan Iran di Pakistan Buntu, Perang Lanjut!

Internasional Toto Pribadi12 April 2026 / 12:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi perundingan Amerika Serikat dengan Iran (Foto: Tutur/Iran News Ware)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Islamabad (tutur.co.id) – Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal mencapai kesepakatan setelah pembicaraan maraton di Pakistan. Diplomasi Panjang yang harus melewati tiga fase di Islamabad, Pakistan ini berakhir pada Minggu 12 April 2026 tanpa ada titik temu.

Wakil Presiden JD Vance mengatakan para negosiator akan kembali ke AS tanpa kesepakatan setelah Iran gagal memberikan komitmen bahwa mereka tidak akan berupaya mengembangkan senjata nuklir.

“Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa garis merah kami, hal-hal apa yang bersedia kami akomodasi, dan hal-hal apa yang tidak bersedia kami akomodasi,” kata Vance kepada wartawan pada Minggu pagi di Islamabad.

Media Iran juga mengkonfirmasi kegagalan pembicaraan, dengan kantor berita semi-resmi Fars mengatakan tidak ada rencana untuk putaran diskusi baru lagi. Dengan kata lain, Perang Iran akan Kembali memanas setelah masa gencatan senjata.

“Dan kami telah menjelaskannya sejelas mungkin, dan mereka telah memilih untuk tidak menerima persyaratan kami,” kata Vance.

Kegagalan pembicaraan ini merupakan kemunduran bagi kedua belah pihak setelah gencatan senjata yang rapuh selama dua minggu tercapai pekan lalu. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan pertempuran yang terus berlanjut antara Israel dan Hizbullah di Lebanon telah membebani pembicaraan di Islamabad.

Vance, yang didampingi oleh Jared Kushner dan Steve Witkoff, telah bernegosiasi dengan delegasi Iran yang beranggotakan 71 orang yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad-Bagher Ghalibaf.

Iran sendiri menggambarkan tuntutan AS dianggap sangat “berlebihan”. Menurut kantor berita semi-resmi Tasnim, AS telah mencari konsesi yang tidak dapat mereka peroleh dalam perang, termasuk seputar Selat Hormuz dan pemindahan material nuklir.

Kegagalan mencapai kesepakatan setelah pembicaraan maraton kemungkinan akan mengguncang pasar minyak dan gas pada hari Senin, meskipun ada indikasi peningkatan lalu lintas melalui selat tersebut pada akhir pekan. Konflik tersebut telah mengacaukan ekonomi dunia dan mengganggu pasokan energi global.

Baca Juga  Satrio Wiratama, Anak Panda Raksasa Pertama di Indonesia Siap Meriahkan Taman Safari

Ghalibaf telah waspada terhadap negosiasi sebelum pembicaraan dimulai, mengatakan saat kedatangannya di Islamabad pada hari Sabtu bahwa “kami memiliki niat baik, tetapi kami tidak memiliki kepercayaan,” kata Ghalibaf sebelum bertemu delegasi AS.

Selain itu, Iran juga bersikeras bahwa gencatan senjata di Lebanon harus menjadi prasyarat untuk pembicaraan. Namun faktnya, Israel yang bukan pihak dalam negosiasi Islamabad, terus menyerang kota-kota di Lebanon selatan. Hal ini yang membuat delegasi Iran geram.

Amerika Serikat headline iran konflik AS Iran Perang Iran perundingan damai
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMomen Delegasi AS dan Iran Berjabat Tangan di Islamabad
Next Article Lewati Target, Program Belanja Nasional Triwulan I 2026 Tembus Rp184 triliun

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Tim SAR Bali Hentikan Pencarian Kakek 84 Tahun yang Hilang di Gunung Batukaru

Ahmad Nuryaman03 Mei 2026 / 09:32 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.