Teheran (tutur.co.id) – Iran pada hari Senin 20 April 2026 mengumumkan pembukaan kembali bandara internasional Imam Khomeini dan Mehrabad di ibu kota Teheran. Kedua bandara itu lebih dari sebulan ditutup imbas perang yang melanda negeri tersebut.
“Izin untuk mengoperasikan penerbangan penumpang di bandara Imam Khomeini dan Mehrabad telah dikeluarkan mulai 20 April 2026,” lapor kantor berita semi-resmi ISNA, mengutip dari laman Organisasi Penerbangan Sipil.
Ditambahkan bahwa penerbangan penumpang di bandara Urmia, Kermanshah, Abadan, Shiraz, Kerman, Rasht, Yazd, Zahedan, Gorgan, dan Birjand juga akan tersedia mulai hari Sabtu.
Sebagai catatan, wilayah udara Iran ditutup pada akhir Februari setelah serangan udara gabungan AS-Israel menargetkan wilayah Iran. Serangan itu untuk melumpuhkan kemampuan rudal dan nuklir negara tersebut.
Perang AS-Israel terhadap Iran berlanjut hingga awal April dan menyebabkan puluhan negara di kawasan itu, termasuk Irak, juga menutup wilayah udara mereka di tengah serangan balasan Iran.
Pihak AS dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April, yang akan berakhir pada hari Rabu. Gencatan senjata tersebut menyusul putaran negosiasi di Islamabad, yang gagal menghasilkan hasil yang komprehensif.
Teheran menyalahkan kegagalan pembicaraan tersebut pada “tuntutan berlebihan” Washington dan kurangnya kemauan politik, sementara pihak Amerika menuduh Iran gagal melepaskan ambisi nuklirnya.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Minggu bahwa delegasi AS akan melakukan perjalanan ke Islamabad pada hari Senin, mengancam akan melakukan serangan besar jika pembicaraan gagal. Iran belum mengumumkan apakah akan berpartisipasi atau tidak.
“Kami tidak memiliki rencana untuk pembicaraan putaran selanjutnya dan belum ada keputusan yang dibuat dalam hal ini,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei kepada wartawan pada hari Senin.
Karena kedua pihak saling menyalahkan atas pelanggaran gencatan senjata dan pesan yang beragam datang dari kedua pihak, tidak jelas apakah kawasan tersebut akan kembali dilanda serangan drone dan rudal setiap hari atau solusi yang langgeng akan dicapai oleh pihak-pihak yang bertikai.

