Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Awal Mula Kegaduhan Video JK hingga 40 Ormas Polisikan Ade Armando dkk

Awal Mula Kegaduhan Video JK hingga 40 Ormas Polisikan Ade Armando dkk

Nasional Ahmad Nuryaman07 Mei 2026 / 14:39 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menyampaikan keterangan saat pertemuan dengan para pelaku sejarah perundingan damai Malino I untuk Poso dan Malino II untuk Maluku di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Pertemuan tersebut digelar dalam upaya memperbaiki situasi di tengah polemik potongan video ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gajah Mada (UGM) yang dituding sebagai penistaan agama dan berujung pada pelaporan polisi. ANTARA FOTO/Fauzan/agr
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Kegaduhan antara Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan pegiat media sosial Ade Armando, Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie, serta konten kreator Permadi Arya alias Abu Janda mencapai titik puncaknya setelah 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam melaporkan ketiganya ke Bareskrim Polri.

Kasus yang berawal dari potongan video ceramah JK di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 Maret 2026 ini mendadak viral dan menuai kecaman publik. Pasalnya, potongan video tersebut dinilai dibangun dengan narasi (framing) yang mengarah pada dugaan penistaan agama Kristen.

Imbas viralnya video tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) dan sejumlah organisasi lainnya mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan video ceramah JK pada Senin, 13 April 2026.

Lantas, bagaimana awal mula Ade Armando, Grace Natalie, dan Abu Janda dipolisikan oleh 40 ormas Islam terkait video ceramah JK?

Video Ceramah JK yang Viral

Video yang mendadak viral dan menimbulkan kecaman karena dianggap menistakan agama adalah cuplikan ceramah JK di Masjid UGM pada 5 Maret 2026. Acara tersebut bertemakan “Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar” .

Dalam potongan video yang beredar, JK mengulas penyebab konflik agama dapat terjadi di dalam negeri dengan kalimat:

“Semua pihak, Kristen juga berpikir begitu, kalau saya bunuh orang Islam saya syahid, kalau saya mati pun, saya syahid. Akhirnya susah berhenti kalau konfliknya orang membawanya ke agama.”

Namun, menurut para pelapor dari 40 ormas Islam, kalimat tersebut keluar dari konteks karena video utuh ceramah JK (berdurasi sekitar 40 menit) justru berisi pelurusan terhadap cara berpikir keliru tentang konsep syahid.

Baca Juga  Aliansi Ormas Islam Laporkan Ade Armando Cs Terkait Video Ceramah JK

Peran Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie

Ade Armando
Namanya ikut menjadi sorotan karena dalam kanal YouTube Cokro TV pada 9 April 2026, ia menayangkan dan mengomentari potongan video JK tersebut, yang dinilai memperkuat framing keliru di mata publik.

Abu Janda (Permadi Arya)
Pada 12 April 2026, konten kreator ini juga memublikasikan dan mengomentari video tersebut dengan nada yang menganggap ceramah JK menistakan agama.

Grace Natalie
Menyusul keesokan harinya, 13 April 2026, Sekretaris Dewan Pembina PSI itu mengunggah komentar serupa di akun Instagram pribadinya @gracenat:

“Sedang viral pernyataannya Pak Jusuf Kalla dalam ceramahnya di UGM baru-baru ini, sampai-sampai beliau ini dilaporkan ke polisi. Setelah ditonton, ya memang pernyataan beliau ini bermasalah sekali.”

Pelaporan oleh 40 Ormas Islam

Buntut kegaduhan di ruang publik, Aliansi 40 Ormas Islam yang tergabung dari “aliansi ormas islam menjaga kerukunan umat” melaporkan ketiganya ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Senin, 4 Mei 2026.

Direktur LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid, mewakili puluhan ormas Islam, menyatakan bahwa ketiganya telah melakukan framing melalui unggahan di media sosial masing-masing dengan menyampaikan informasi kepada publik secara tidak utuh (tanpa konteks ceramah lengkap).

Ketiganya disangkakan dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45a ayat (2) UU ITE (penyebaran informasi bertujuan menimbulkan kebencian/permusuhan), pasal 32 ayat (1) juncto Pasal 48 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE, Pasal 243 dan Pasal 247 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

40 Ormas Islam Abu Janda Ade Armando bareskrim polri Grace Natalie JK Permadi Arya usuf Kalla video ceramah JK
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePerbankan Nasional Tetap Solid, Kredit Investasi Melonjak 20,85% pada Maret 2026
Next Article Ekonomi China dan India 2026 Melambat, Indonesia Lebih Stabil

Berita Lainnya

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Nanik S Deyang Tak Muncul, BGN Pamer Opini ‘Pujian’ dari BPK

17 Juli 2026 / 16:14 WIB

Kabar Baik! Bansos BPNT Triwulan III 2026 Mulai Cair Rp 600.000, Cek Syarat dan Penerimanya

17 Juli 2026 / 13:08 WIB

Dua Kali Disambut Sri Sultan di Yogyakarta, Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inovasi Hijau

17 Juli 2026 / 13:01 WIB

Jangan Terlambat! Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta 17 Juli 2026

17 Juli 2026 / 07:41 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Pariwisata RI Melesat: Wisman Tembus 1,38 Juta, Malaysia Masih Jadi ‘Raja’

Toto Pribadi01 Juli 2026 / 22:07 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.