Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Rumah Jampidsus Dijaga Ketat Aparat Usai Polisi Geledah Cafe de’Clan
  • Kortastipidkor Temukan Tumpukan Uang Pecahan Dollar di Cafe de’Clan
  • Cafe de’Clan di Cipete Digeledah Penyidik Kortastipidkor
  • Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan 4 Hakim ke MA
  • Tas Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Pertamina Bantu UMKM Naik Kelas
  • Kubu Nadiem Serahkan Memori Banding Lawan Vonis 10 Tahun
  • Melonjak 21,4 Persen, Menkeu Pastikan Tak Ada Kenaikan Pajak
  • Kejagung Kecolongan PT PMM Dua Kali Ekspor Mineral Tanah Jarang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»Ekonomi China dan India 2026 Melambat, Indonesia Lebih Stabil

Ekonomi China dan India 2026 Melambat, Indonesia Lebih Stabil

Politik Muthia Hanifah07 Mei 2026 / 14:49 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi yang menggambarkan perlambatan ekonomi di China dan India serta posisi Indonesia yang relatif lebih stabil di tengah tekanan global. Visual disusun berdasarkan data ekonomi terbaru. (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Ekonomi Asia pada 2026 tetap tumbuh, namun mulai melambat di tengah tekanan global yang semakin kuat. Konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga energi dan gangguan pasokan minyak dunia. Kondisi ini membuat banyak negara di Asia harus menyesuaikan strategi ekonominya.

Tekanan utama datang dari krisis energi global yang berdampak langsung pada kawasan Asia. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz, yang kini terganggu akibat konflik. Akibatnya, harga minyak tetap berada di atas 100 dolar per barel, sebagaimana dilaporkan The New York Times dan memicu inflasi di berbagai negara.

Dampaknya mulai terlihat pada proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan. Bank Pembangunan Asia bahkan memperkirakan pertumbuhan Asia turun menjadi sekitar 4,7% pada 2026 akibat tekanan energi dan inflasi. Negara-negara dengan ketergantungan impor energi tinggi menjadi yang paling terdampak.

China masih mencatat pertumbuhan stabil di kisaran 4-5% pada 2026, namun lajunya sedikit melambat dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor ekspor dan industri, sebagaimana dicatat oleh Bank of Finland. Risiko dari sektor properti dan utang daerah juga menjadi tantangan jangka panjang.

Sementara itu, India tetap menjadi salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, meski mengalami revisi. Proyeksi pertumbuhan diturunkan dari 7,1% menjadi sekitar 6,4% oleh Standard Chartered akibat tekanan global dan kenaikan harga energi. Ketergantungan terhadap impor minyak membuat inflasi dan biaya produksi meningkat.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan tinggi tidak selalu berarti stabil. Negara dengan eksposur besar terhadap energi global lebih rentan terhadap guncangan eksternal. Hal ini menjadi tantangan utama bagi India dalam menjaga momentum ekonominya.

Di tengah tekanan tersebut, Indonesia justru menunjukkan stabilitas yang cukup kuat. Data terbaru menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,6% pada awal 2026, didorong oleh konsumsi domestik dan belanja pemerintah. Konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari setengah PDB menjadi faktor utama penopang ekonomi nasional.
Struktur ekonomi Indonesia yang lebih berimbang membuat dampak krisis global relatif lebih terkendali.

Baca Juga  Iran Resmi Terjunkan Kapal Selam 'Lumba-lumba Teluk Persia' di Selat Hormuz

Ketergantungan terhadap ekspor dan impor energi tidak sebesar negara lain di kawasan. Hal ini memberi ruang bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa arah ekonomi Asia tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pertumbuhan. Dalam kondisi global yang penuh tekanan, stabilitas dan ketahanan menjadi faktor utama yang menentukan kekuatan ekonomi suatu negara di tengah tekanan global.

ekonomi Ekonomi Dunia headline Headlline pertumbuhan ekonomi Pertumbuhan ekonomi 2026
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAwal Mula Kegaduhan Video JK hingga 40 Ormas Polisikan Ade Armando dkk
Next Article Video: Bela Teddy Indra Wijaya dari Amien Rais, Hendropriyono: Etika dan Martabat Harus Dijaga!

Berita Lainnya

Rumah Jampidsus Dijaga Ketat Aparat Usai Polisi Geledah Cafe de’Clan

08 Juli 2026 / 22:43 WIB

Kortastipidkor Temukan Tumpukan Uang Pecahan Dollar di Cafe de’Clan

08 Juli 2026 / 21:23 WIB

Cafe de’Clan di Cipete Digeledah Penyidik Kortastipidkor

08 Juli 2026 / 19:54 WIB

Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan 4 Hakim ke MA

08 Juli 2026 / 19:05 WIB

Melonjak 21,4 Persen, Menkeu Pastikan Tak Ada Kenaikan Pajak

08 Juli 2026 / 16:10 WIB

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Minta Jatah Proyek 10 Persen

08 Juli 2026 / 14:05 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Shin Tae-yong ke Jakmania: Percayalah, Kami Akan Bertarung Mati-matian

Deba Salamah08 Juni 2026 / 21:00 WIB

Rumah Jampidsus Dijaga Ketat Aparat Usai Polisi Geledah Cafe de’Clan

08 Juli 2026 / 22:43 WIB

Kortastipidkor Temukan Tumpukan Uang Pecahan Dollar di Cafe de’Clan

08 Juli 2026 / 21:23 WIB

Cafe de’Clan di Cipete Digeledah Penyidik Kortastipidkor

08 Juli 2026 / 19:54 WIB

Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan 4 Hakim ke MA

08 Juli 2026 / 19:05 WIB

Tas Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Pertamina Bantu UMKM Naik Kelas

08 Juli 2026 / 18:56 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.