Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Polda Metro Libatkan FBI hingga Kedutaan Cek Barbuk Dolar
  • Argentina vs Inggris: Pertarungan Dua Raksasa Berkaki Lempung
  • GIIAS 2026 Hadirkan 68 Merek, 10 Brand Baru Perdana di Indonesia
  • Bertemu Kapolri, Jaksa Agung Tegaskan Tidak Ada Rivalitas Penegakkan Hukum
  • KISI: IHSG Melonjak 1,92% Ditopang Peringkat Kredit Indonesia
  • Polda Metro Gandeng Pegadaian, Uji Keaslian Barbuk Emas Batangan
  • Video: Soroti Korupsi di Lingkungan BUMN, Prabowo Beri Peringatan Keras
  • Scaloni: Argentina vs Inggris Hanya Soal Sepak Bola, Bukan Konflik Masa Lalu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Sepakbola»Argentina vs Inggris: Pertarungan Dua Raksasa Berkaki Lempung

Argentina vs Inggris: Pertarungan Dua Raksasa Berkaki Lempung

Sepakbola Deba Salamah13 Juli 2026 / 18:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Piala Dunia 2026: Argentina vs Inggris. (AI/Tutur)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Atlanta (Tutur.co.id) – Pertandingan Argentina vs Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 akan kembali menghidupkan salah satu rivalitas terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Setelah 20 tahun tidak bertemu, dua raksasa sepak bola tersebut akan bentrok di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB, demi memperebutkan satu tiket menuju partai final.

Inggris hanya berjarak satu kemenangan dari final Piala Dunia pertama sejak 1966. Namun, di hadapan mereka berdiri Argentina, sang juara bertahan yang memiliki rekor sempurna setiap kali tampil di babak semifinal Piala Dunia.

Di balik kemewahan skuad, kedua tim justru menunjukkan tanda-tanda sebagai raksasa berkaki lempung. Terlihat kokoh dari luar, tetapi menyimpan sejumlah celah yang bisa membuat mereka runtuh atau roboh sewaktu-waktu.

Argentina beberapa kali dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi lawan yang secara kualitas berada di bawah mereka. Albiceleste harus bangkit dari ketertinggalan saat menghadapi Mesir, kesulitan menembus pertahanan Swiss hingga membutuhkan babak tambahan, bahkan sempat dibuat kerepotan oleh debutan Piala Dunia, Tanjung Verde.

Sementara itu, Inggris memang berhasil melangkah ke empat besar, tetapi performa mereka juga belum benar-benar meyakinkan. The Three Lions kerap kehilangan kontrol permainan, pertahanannya beberapa kali mudah ditembus, dan terlalu bergantung pada momen-momen magis Jude Bellingham untuk keluar dari tekanan.

Kondisi tersebut membuat duel semifinal nanti bukan hanya mempertemukan dua kandidat juara, melainkan duel dua raksasa yang sama-sama menyimpan kelemahan. Tim yang mampu meminimalkan kesalahan dan tampil lebih efektif berpeluang besar mengamankan tiket ke final.

Inggris Datang dengan Modal Kemenangan, tetapi Belum Sepenuhnya Meyakinkan

Tim asuhan Thomas Tuchel melanjutkan tren positif yang sebelumnya dibangun Gareth Southgate. Semifinal Piala Dunia 2026 menjadi semifinal turnamen besar keempat yang berhasil dicapai Inggris sejak 2018, jumlah yang sama dengan seluruh pencapaian mereka sepanjang sejarah sebelum periode tersebut.

Meski demikian, perjalanan The Three Lions tidak sepenuhnya mulus. Setelah melalui fase grup dengan performa yang naik turun, Inggris harus bersusah payah menyingkirkan Republik Demokratik Kongo, kemudian mengalahkan Meksiko dalam laga dramatis di Stadion Azteca, sebelum kembali melewati pertandingan sengit melawan Norwegia pada babak perempat final.

Lagi-lagi, Jude Bellingham menjadi penyelamat Inggris. Setelah mencetak dua gol ke gawang Meksiko, gelandang Real Madrid itu kembali memborong dua gol saat Inggris bangkit dari ketertinggalan untuk menang 2-1 atas Norwegia melalui babak perpanjangan waktu.

Baca Juga  IHSG Melemah Jelang Long Weekend, Ini 5 Saham Pilihan Phintraco

Meski berhasil lolos, Tuchel mengakui timnya masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Inggris beberapa kali tampil rapuh di lini belakang dan beruntung mampu lolos dari tekanan Norwegia. Menghadapi Argentina, kualitas permainan mereka dipastikan harus meningkat jika ingin melangkah ke final.

Argentina Terus Menang, tetapi Selalu Lewat Jalan Terjal

Status juara bertahan tidak membuat perjalanan Argentina menjadi mudah. Jika Inggris harus bekerja keras mencapai semifinal, Argentina juga melalui jalan yang tidak mudah. Lionel Messi dan kawan-kawan harus melewati tiga pertandingan fase gugur yang penuh drama.

Argentina lebih dulu dipaksa bermain hingga babak tambahan waktu saat menghadapi Tanjung Verde. Pada babak 16 besar, Lionel Messi dan kawan-kawan bahkan sempat tertinggal 0-2 dari Mesir sebelum melakukan comeback dramatis dan menang 3-2.

Drama kembali terjadi pada perempat final. Argentina baru mampu menundukkan Swiss dengan skor 3-1 setelah bermain selama 120 menit. Gol spektakuler Julian Alvarez pada menit ke-112 menjadi penentu kemenangan Albiceleste dalam pertandingan yang kembali diwarnai kontroversi.

Kemenangan atas Swiss memperpanjang rekor kemenangan Argentina menjadi 13 pertandingan beruntun sejak September tahun lalu. Kini mereka hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar sekaligus menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang sukses mempertahankan trofi Piala Dunia.

Meski sebagian besar skuad merupakan para juara dunia 2022 yang kini semakin berpengalaman, Argentina tetap menunjukkan perpaduan kualitas teknik, mental juara, dan daya juang tinggi. Produktivitas gol mereka juga sangat impresif dengan torehan 17 gol sepanjang turnamen, hanya terpaut satu gol dari rekor terbaik Argentina dalam satu edisi Piala Dunia, yakni 18 gol pada 1930.

Kesuksesan itu juga membuka peluang bagi Lionel Scaloni untuk menjadi pelatih ketujuh sepanjang sejarah yang mampu membawa timnya tampil pada dua final Piala Dunia.

Rivalitas Bersejarah Argentina vs Inggris Kembali Tersaji

Semifinal ini menjadi pertemuan keenam Argentina dan Inggris di putaran final Piala Dunia. Rivalitas kedua negara telah melahirkan sejumlah momen paling ikonik sepanjang sejarah turnamen.

Inggris pernah mengalahkan Argentina pada perempat final Piala Dunia 1966 dalam perjalanan meraih gelar juara dunia pertama. Dua puluh tahun kemudian, Argentina membalas melalui kemenangan legendaris 2-1 pada Piala Dunia 1986 yang dikenang lewat gol kontroversial “Tangan Tuhan” dan aksi solo spektakuler Diego Maradona.

Baca Juga  Kritik Wasit dan Gestur Kontroversial, Raphinha Terancam Sanksi UEFA

Meski begitu, secara keseluruhan Inggris hanya kalah dua kali dari 14 pertemuan melawan Argentina di semua ajang. Pertemuan terakhir kedua negara terjadi pada laga persahabatan November 2005 yang dimenangkan Inggris berkat gol Michael Owen dan Wayne Rooney.

Kini, rivalitas klasik tersebut kembali hadir dengan taruhan yang jauh lebih besar yaitu satu tempat di final Piala Dunia.

Messi vs Bellingham, Duel Dua Generasi Penentu Nasib

Semifinal ini juga akan menghadirkan pertarungan dua kandidat kuat peraih Sepatu Emas.

Lionel Messi masih memimpin daftar pencetak gol dengan delapan gol. Selain tajam di depan gawang, kapten Argentina itu juga telah mencatat lebih dari 10 kontribusi gol dalam dua edisi Piala Dunia terakhir setelah menambah satu assist saat melawan Swiss.

Di sisi lain, Jude Bellingham tampil luar biasa sepanjang turnamen. Dua gol ke gawang Meksiko dan dua gol saat menghadapi Norwegia membuat koleksi golnya kini mencapai enam, sama dengan Harry Kane.

Di lini depan Argentina, Lionel Scaloni masih memiliki dua opsi untuk mendampingi Messi, yakni Julian Alvarez atau Lautaro Martinez. Keduanya sama-sama mencetak gol saat mengalahkan Swiss sehingga persaingan memperebutkan posisi starter dipastikan berlangsung ketat.

Sementara itu, Leandro Paredes diperkirakan tetap dipercaya sebagai jangkar lini tengah karena memberikan keseimbangan yang lebih baik dibanding Thiago Almada.

Prediksi Susunan Pemain

Inggris (4-2-3-1):
Jordan Pickford; Ezri Konsa, John Stones, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Declan Rice, Elliot Anderson; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon; Harry Kane.

Argentina (4-1-3-2):
Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Leandro Paredes; Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Prediksi Argentina vs Inggris

Secara kualitas individu maupun pengalaman, Argentina masih sedikit lebih unggul. Albiceleste juga memiliki rekor luar biasa dengan selalu mencetak minimal dua gol dalam 12 pertandingan Piala Dunia terakhir.

Namun Inggris memiliki senjata yang tidak kalah berbahaya, yakni duet Harry Kane dan Jude Bellingham yang sejauh ini menjadi penentu hampir seluruh kemenangan The Three Lions.

Pertandingan diperkirakan berlangsung ketat dan emosional. Akan tetapi, lini tengah Inggris yang lebih bertenaga membuat bola akan mengalir dengan baik ke lini depan. Momentum yang sedang dimiliki Bellingham diprediksi akan menjadi pembeda.

Prediksi skor: Argentina 0-2 Inggris.

Argentina vs Inggris headline Inggris Lionel Messi Piala Dunia 2026 semifinal
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGIIAS 2026 Hadirkan 68 Merek, 10 Brand Baru Perdana di Indonesia
Next Article Polda Metro Libatkan FBI hingga Kedutaan Cek Barbuk Dolar

Berita Lainnya

Bertemu Kapolri, Jaksa Agung Tegaskan Tidak Ada Rivalitas Penegakkan Hukum

13 Juli 2026 / 17:33 WIB

KISI: IHSG Melonjak 1,92% Ditopang Peringkat Kredit Indonesia

13 Juli 2026 / 17:17 WIB

Polda Metro Gandeng Pegadaian, Uji Keaslian Barbuk Emas Batangan

13 Juli 2026 / 16:48 WIB

Scaloni: Argentina vs Inggris Hanya Soal Sepak Bola, Bukan Konflik Masa Lalu

13 Juli 2026 / 15:00 WIB

Imbas Manis Coretax: Setoran Pajak Melejit, Kepatuhan SPT Tinggi

13 Juli 2026 / 13:32 WIB

Video: Komisi III DPR RI Soroti Kasus Febrie Adriansyah: Memalukan dan Mengecewakan!

13 Juli 2026 / 13:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Harga Emas Antam Berpeluang Lanjut Menguat, Simak Proyeksi dan Level Krusialnya

Gusti Tetiro04 Maret 2026 / 05:40 WIB

Polda Metro Libatkan FBI hingga Kedutaan Cek Barbuk Dolar

13 Juli 2026 / 18:31 WIB

Argentina vs Inggris: Pertarungan Dua Raksasa Berkaki Lempung

13 Juli 2026 / 18:30 WIB

GIIAS 2026 Hadirkan 68 Merek, 10 Brand Baru Perdana di Indonesia

13 Juli 2026 / 17:44 WIB

Bertemu Kapolri, Jaksa Agung Tegaskan Tidak Ada Rivalitas Penegakkan Hukum

13 Juli 2026 / 17:33 WIB

KISI: IHSG Melonjak 1,92% Ditopang Peringkat Kredit Indonesia

13 Juli 2026 / 17:17 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.