Jakarta (tutur.co.id) – Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak melemah pada perdagangan Rabu (13/5/2026), seiring tekanan sentimen rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta pelemahan nilai tukar rupiah.
IHSG diperkirakan bergerak pada rentang resistance 6.900, pivot 6.800, dan support 6.700.
Dalam perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,68% ke level 6.858,90. Pelemahan rupiah ke level terendah baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta antisipasi penurunan bobot Indonesia dalam indeks MSCI menjadi faktor utama yang membebani pasar saham domestik.
“Diperkirakan IHSG hari ini menguji level 6.700. Perlu diwaspadai koreksi lanjutan karena pengumuman MSCI dan menjelang libur long weekend,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (13/5/2026).
Phintraco mencatat nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menyentuh rekor terendah di level Rp17.525 per dolar AS. Dari sisi sektoral, saham sektor kesehatan mencatat koreksi terdalam sebesar 3,51%, sedangkan sektor basic materials menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 1,85%.
Dalam hasil rebalancing MSCI Mei 2026, tidak ada saham Indonesia yang masuk ke dalam MSCI Global Standard Indexes. Sebaliknya, sejumlah saham besar justru dikeluarkan dari indeks tersebut, antara lain saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Sementara itu, pada MSCI Small Cap Indexes, hanya saham AMRT yang ditambahkan. Sedangkan saham yang dihapus meliputi ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.
“Dalam pengumuman rebalancing indeks MSCI Mei 2026, ternyata lebih banyak saham yang dikeluarkan dari perkiraan pasar sebelumnya sehingga diperkirakan akan menjadi sentimen negatif dalam jangka pendek,” tulis Phintraco.
Dari eksternal, pasar juga menanti pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 13–15 Mei 2026. Pertemuan tersebut diperkirakan membahas isu perdagangan global hingga konflik Iran.
Selain itu, pasar juga mencermati spekulasi kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China pada 18 Mei mendatang yang dinilai dapat memengaruhi dinamika geopolitik global.
Meski IHSG masih berpotensi tertekan, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai menarik dicermati pelaku pasar, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

