Jakarta (tutur.co.id) — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada Rabu (4/3/2026), meski tetap dibayangi potensi koreksi jangka pendek.
Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas Antam bergerak di kisaran Rp 3.150.000 hingga Rp 3.400.000 per gram. Level Rp 3.150.000 dinilai sebagai target terdekat, sementara Rp 3.400.000 menjadi area resisten berikutnya apabila sentimen global tetap mendukung.
Namun demikian, ia mengingatkan risiko pelemahan masih terbuka. Jika terkoreksi, harga diperkirakan turun tipis ke sekitar Rp 3.045.000 per gram. Bahkan, jika tekanan berlanjut, harga berpotensi menguji level psikologis Rp 3.000.000 per gram.
Harga Terkini dan Rekor Tertinggi
Mengacu pada laman Logam Mulia, harga emas Antam pada Selasa (3/3/2026) turun Rp 13.000 menjadi Rp 3.122.000 per gram. Sehari sebelumnya, harga sempat melonjak Rp 50.000 ke Rp 3.135.000 per gram.
Adapun rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) tercatat pada 29 Januari 2026 di level Rp 3.168.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali juga turun Rp 13.000 menjadi Rp 2.901.000 per gram.
Rincian Harga Pecahan Emas Antam (3 Maret 2026)
Berikut daftar harga emas batangan Antam (belum termasuk pajak):
0,5 gram: Rp 1.611.000
1 gram: Rp 3.122.000
2 gram: Rp 6.184.000
3 gram: Rp 9.251.000
5 gram: Rp 15.385.000
10 gram: Rp 30.715.000
25 gram: Rp 76.662.000
50 gram: Rp 153.245.000
100 gram: Rp 306.412.000
250 gram: Rp 765.765.000
500 gram: Rp 1.531.320.000
1.000 gram: Rp 3.062.600.000
Ketentuan Pajak
Transaksi emas batangan mengacu pada PMK No 34/PMK.10/2017. Pembelian emas dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemilik NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP. Penjualan kembali (buyback) di atas Rp 10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% untuk pemilik NPWP dan 3% untuk non-NPWP. Pajak buyback dipotong langsung dari total nilai transaksi.
Dengan dinamika geopolitik global yang masih memanas dan fluktuasi harga emas dunia, pergerakan emas Antam diperkirakan tetap volatil dalam jangka pendek. Investor disarankan mencermati level teknikal sekaligus sentimen eksternal sebelum mengambil keputusan.

