Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»Diplomasi RI Soal Venezuela Dinilai Lembek, Warganet Kritik Akun X Kemlu

Diplomasi RI Soal Venezuela Dinilai Lembek, Warganet Kritik Akun X Kemlu

Politik ALPHIN PULUNGAN06 Januari 2026 / 00:11 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden Venezuela Nicolás Maduro (tengah) menggandeng istrinya dalam sebuah acara militer. (Foto: Prensa Presidencial)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Pemerintah Indonesia akhirnya menyampaikan sikap resminya terhadap situasi Venezuela yang kembali tengah memanas dan menjadi sorotan internasional. Melalui akun resmi Kementerian Luar Negeri di platform X, pemerintah menegaskan Indonesia mengikuti perkembangan tersebut dengan penuh perhatian, seraya menempatkan diri pada jalur diplomasi dan penghormatan kedaulatan.

“Pemerintah Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela,” tulis akun @Kemlu_RI seperti dilihat tutur.co.id Senin, 5 Januari 2026.

Dalam pernyataan lanjutan, Indonesia mengekspresikan keprihatinan atas eskalasi konflik yang melibatkan penggunaan maupun ancaman kekuatan. Pemerintah menilai tindakan semacam itu berisiko merusak tatanan hubungan internasional dan mengganggu stabilitas kawasan yang lebih luas.

“Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi,” tulis Kementerian Luar Negeri.

Indonesia juga menegaskan pentingnya prinsip penentuan nasib sendiri bagi rakyat Venezuela. Dalam pandangan pemerintah, arah masa depan sebuah bangsa tidak boleh ditentukan oleh tekanan atau intervensi dari luar, melainkan oleh kehendak rakyatnya sendiri.

“Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka,” tulis pemerintah.

Indonesia pun menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan kembali ke jalur dialog. Pemerintah menekankan bahwa hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap warga sipil, harus tetap menjadi rujukan utama dalam menghadapi krisis.

“Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional, khususnya perlindungan terhadap warga sipil, yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama,” tutup Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga  Venezuela Tangguhkan 19 Kontrak Minyak, AS dan Caracas Tinjau Ulang Kerja Sama

Namun pernyataan yang disusun dalam bahasa diplomasi itu justru memantik reaksi berbeda di ruang publik digital. Di kolom balasan unggahan tersebut, warganet ramai-ramai menyampaikan komentar bernada satire dan kritik. Mereka mempertanyakan ketegasan sikap Indonesia di tengah konflik global yang melibatkan kekuatan besar.

Salah satu warganet menyoroti apa yang ia anggap sebagai standar ganda dalam pernyataan pemerintah. Kritik itu disampaikan secara lugas dan bernada sindiran.

“Modelan begini yg kata nya mau jd emas? Coba kl pelaku nya israel, langsung mengutuk statemen nya!,” tulis akun X @Irwan740871505.

Komentar lain menilai gaya pernyataan tersebut terasa terlalu normatif dan ketinggalan zaman. Bahasa yang digunakan dinilai tak lagi sejalan dengan ekspektasi publik di era media sosial. “Statementnya ala boomer bgt,” kata akun @otak_geser2021.

Perbandingan dengan sikap negara tetangga juga muncul dalam diskusi warganet. Sejumlah pengguna menyebut Indonesia terlalu berhati-hati jika dibandingkan dengan pernyataan yang dinilai lebih tegas dari pemimpin negara lain.

“wkwkw malu sama anwar ibrahim, dengan lantang mengutuk invasi US ke Venezuela. Ini sekedar memantau, prihatin, menyerukan. yang jadi pertanyaan siapa yang bakal denger ‘seruan’ dari kita? 😅,” kata akun @dapinn_al.

Nada kekhawatiran juga tampak dalam komentar yang mempertanyakan dampak jangka panjang dari sikap yang dianggap terlalu lunak. Bagi sebagian warganet, peristiwa di Venezuela bukan sekadar isu jauh, melainkan peringatan yang bisa terjadi di negara mana pun.

“gini aja statement kalian gak tegas, tengoklah malaysia, today, it’s venezuela, tomorrow, it could be your country,” tulis akun @bocahtaunakal.

Ragam reaksi tersebut menunjukkan adanya jarak antara bahasa resmi diplomasi negara dan ekspektasi publik digital. Di satu sisi, pemerintah tetap berpegang pada prinsip non-intervensi, kedaulatan, dan hukum internasional. Di sisi lain, publik yang hidup dalam arus informasi cepat cenderung menuntut pernyataan yang lebih lugas, personal, dan menyebut aktor secara terang.

Baca Juga  Video: Keterangan Ahok Disebut Krusial, JPU: Ada Rantai Pelanggaran di Pertamina
Kemenlu RI Venezuela Warganet
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePerusak Lingkungan Harus Ditindak Jika Tak Ingin Terjadi Malapetaka Nasional
Next Article Mendagri Pastikan Stok Beras Daerah Bencana Aman Sampai 6 Bulan

Berita Lainnya

Jalan Terjal RUU Perampasan Aset, Tuntutan Publik vs Strategi DPR

14 Juli 2026 / 13:06 WIB

Tutur PoV: Jangan Rampas Hak Rakyat Karena Politik Kita Rusak

05 Juli 2026 / 09:27 WIB

PGN Siap Manfaatkan Stranded Gas Lapangan Sengeti untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

23 Juni 2026 / 20:04 WIB

Daftar Mantan Koruptor Kembali Masuk Jadi Petinggi Partai

22 Juni 2026 / 16:42 WIB

Polemik Mantan Koruptor, Bestari Barus: Hak Personal untuk Gabung PSI

22 Juni 2026 / 14:09 WIB

Mantan Koruptor Dikabarkan Gabung PSI, Berikut Jejak Kasus Nur Alam

22 Juni 2026 / 12:50 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Pemprov DKI Gelar Mudik Gratis, Berikut Jadwal Pendaftaran dan Lokasi Tujuan

Deba Salamah16 Februari 2026 / 06:30 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.