Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Venezuela Tangguhkan 19 Kontrak Minyak, AS dan Caracas Tinjau Ulang Kerja Sama

Venezuela Tangguhkan 19 Kontrak Minyak, AS dan Caracas Tinjau Ulang Kerja Sama

Energi & Tambang Gusti Tetiro27 Februari 2026 / 09:28 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Salah satu ladang minyak di Venezuela (Foto: Reuters)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Pemerintah Venezuela mulai menangguhkan 19 kontrak bagi hasil (production-sharing contracts) di sektor minyak dan gas yang ditandatangani perusahaan swasta di bawah pemerintahan Presiden Nicolás Maduro. Kebijakan ini dilakukan sambil menunggu tinjauan bersama dengan Amerika Serikat (AS) atas legitimasi kontrak-kontrak tersebut, menurut beberapa sumber yang dikutip oleh Reuters.

Penangguhan tersebut, yang diumumkan oleh kementerian energi Venezuela, belum berdampak signifikan pada produksi minyak dan gas negara. Perusahaan minyak negara, Petróleos de Venezuela S.A. (PDVSA), masih menjual minyak yang dihasilkan dari lapangan yang terikat kontrak sementara statusnya ditangguhkan.

Kontrak-kontrak yang saat ini ditangguhkan mencakup berbagai lokasi, termasuk proyek yang baru mulai memproduksi minyak di wilayah Lake Maracaibo dan Orinoco Belt, kawasan minyak utama Venezuela. Beberapa perusahaan yang terlibat dalam perjanjian ini berasal dari beragam yurisdiksi, termasuk entitas yang kurang dikenal dan pendaftarannya di negara dengan rezim pajak ringan. Banyak dari kontrak tersebut ditandatangani ketika Venezuela masih berada di bawah sanksi AS.

Pemerintah Venezuela dan AS kini meninjau kredensial perusahaan-perusahaan pemegang kontrak dan mempertimbangkan kemungkinan merekomendasikan pemutusan kontrak tertentu. Langkah ini merupakan bagian dari reshuffle ketentuan investasi sejalan dengan perubahan situasi politik di Venezuela dan reformasi hukum energi yang disahkan oleh Majelis Nasional Venezuela. Melalui reformasi undang-undang hidrokarbon yang disahkan pada akhir Januari, pemerintah diberi waktu enam bulan untuk menilai ulang kontrak yang sudah ada.

Sementara itu, setelah penangkapan Maduro oleh pasukan AS pada Januari 2026, Washington mengambil alih kontrol atas ekspor minyak Venezuela. Sejak saat itu, Departemen Keuangan AS mengeluarkan lisensi yang memungkinkan sejumlah perusahaan berdagang minyak Venezuela dan beroperasi di sektor energi, meskipun masih memerlukan persetujuan khusus dari OFAC (Office of Foreign Assets Control).

Baca Juga  Diplomasi RI Soal Venezuela Dinilai Lembek, Warganet Kritik Akun X Kemlu

Belum ada pernyataan resmi dari kementerian energi Venezuela maupun pemerintahan AS terkait keputusan penangguhan kontrak ini.

AS kontrak minyak Nicolas Maduro Venezuela
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDaftar 16 Besar UEFA Europa League 2025/2026 Lengkap
Next Article Ide Nama Bayi Perempuan Lahir Bulan Ramadan

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026

18 Juli 2026 / 18:36 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi dan Pembinaan Atlet

Galuh Parantri27 April 2026 / 00:49 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.