Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Messi Menutup Piala Dunia 2026 dengan Luka dan Kenangan
  • Drama Ruang Oval: Trump Bentak Reporter hingga Klaim Iran ‘Mengemis’ ke AS
  • Pusat Data Amazon di Bahrain Jadi Sasaran Rudal Iran
  • Gelombang Keracunan MBG Tak Kunjung Mereda, Sampai Kapan?
  • Bupati Lombok Barat Terima Fee Rp12,4 M, Sapi Kurban hingga Mobil Alphard
  • OTT Bupati Lombok Barat, Proyek Rp17,9 Miliar Dimenangkan Satu Perusahaan 
  • Setoran Bea Cukai 2026 Diproyeksikan Shortfall Rp15,4 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu
  • Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka, Gunakan Rompi Oranye Digiring ke Mobil Tahanan KPK
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Gelombang Keracunan MBG Tak Kunjung Mereda, Sampai Kapan?

Gelombang Keracunan MBG Tak Kunjung Mereda, Sampai Kapan?

Nasional Toto Pribadi21 Juli 2026 / 23:01 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Petugas SPPG menyiapkan menu. Program MBG yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto, menjangkau anak-anak di seluruh wilayah tanah air, salah satunya di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Foto:Tutur/BPMI Setpres)
Petugas SPPG menyiapkan menu. Program MBG yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto, menjangkau anak-anak di seluruh wilayah tanah air, salah satunya di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Foto:Tutur/BPMI Setpres)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tampaknya tak pernah berhenti menjadi sorotan. Kini kasus keracunan MBG kembali terjadi di beberapa daerah. Yang terbaru, keracunan MBG terjadi di Sekolah Dasar (SD) di Blora dan SMP di Wates Kulon Progo.

Untuk kasus di SDN Sendangrejo, Blora, Jawa Tengah, sebanyak 19 siswa mengalami mual, pusing hingga muntah-muntah setelah menyantap paket menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat pada Senin 20 Juli 2026 kemarin. Bahkan lima di antaranya sempat mengalami sesak napas dan dirawat intensif.

“Sebenarnya saat ada laporan salah satu ompreng itu diduga bau dan tekstur warnanya juga berbeda itu sebenarnya sudah kami stop. Tapi mungkin karena anak-anak ada yang terlanjur Sebagian minum susu dan sebagian makan, baru muncul efek-efek itu,” kata salah seorang guru dari SDN Sendangrejo.

Pihak kepolisian Polres Blora kini tengah mengusut kasus ini dengan memeriksa pihak sekolah dan pengelola dapur, serta mengamankan barang bukti berupa kemasan susu yang dilaporkan kembung dan meledak sebelum dikonsumsi.

Beralih ke Yogyakarta, 150 siswa di SMPN 3 Wates dilaporkan mendadak mengalami gejala mual dan diare massal usai menyantap sajian lauk ayam pada paket MBG yang dibagikan sekolah pada Senin kemarin. Bahkan sebanyak 27 siswa harus dilarikan dengan ambulance ke Puskesmas Wates.

Peristiwa di Blora dan Kulon Progo melengkapi daftar panjang insiden serupa yang sebelumnya pernah melanda daerah-daerah lain. Rentetan insiden keamanan pangan ini memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat dan aliansi pemerhati pendidikan.

Aliansi Ibu Indonesia menyoroti masalah ini dalam forum rapat dengar pendapat, mempertanyakan efektivitas mekanisme ganti rugi, kompensasi medis, serta penjaminan mutu makanan oleh pihak penyedia (SPPG).

Baca Juga  Triliunan Dana Makan Bergizi Gratis Tak Terserap, KPK: Pemerintah Terlalu Overpay

Respon BGN

Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri telah menerjunkan tim investigasi lapangan untuk mengusut tuntas pemicu utama keracunan di beberapa daerah itu. BGN bekerja sama dengan pihak kepolisian, BPOM, dan Dinas Kesehatan juga tengah menguji sampel makanan, seperti kemasan susu di Blora dan lauk ayam di Kulon Progo.

Tak hanya itu, BGN juga menghentikan sementara operasional Dapur Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai sekolah-sekolah terdampak. Lalu juga melakukan evaluasi mulai dari sanitasi, kebersihan serta kesehatan para juru masak. Prosedur Quality Control (QC) diperketat dan melakukan penilaian kelayakan tempat penyimpanan (storage) serta waktu tempuh pengiriman makanan dari dapur ke sekolah agar makanan tidak membusuk atau terkontaminasi di jalan.

BGN kembali menegaskan akan memperketat regulasi pengawasan makanan di seluruh wilayah. BGN juga mendorong skema uji sampel makanan (food sampling) wajib oleh pengelola dapur beberapa saat sebelum dibagikan kepada para siswa untuk memastikan keamanan konsumsi.

Yang terakhir, di luar kasus keracunan, BGN juga merespons isu tata kelola program secara luas. BGN saat ini tengah menyisir ulang data 62,7 juta penerima manfaat MBG untuk mengeliminasi indikasi data ganda serta memastikan pendistribusian makanan lebih terukur, tepat sasaran, dan mudah diawasi kualitasnya.

badan gizi nasional headline keracunan mbg Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBupati Lombok Barat Terima Fee Rp12,4 M, Sapi Kurban hingga Mobil Alphard
Next Article Pusat Data Amazon di Bahrain Jadi Sasaran Rudal Iran

Berita Lainnya

Drama Ruang Oval: Trump Bentak Reporter hingga Klaim Iran ‘Mengemis’ ke AS

22 Juli 2026 / 00:26 WIB

Setoran Bea Cukai 2026 Diproyeksikan Shortfall Rp15,4 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu

21 Juli 2026 / 18:42 WIB

Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka, Gunakan Rompi Oranye Digiring ke Mobil Tahanan KPK

21 Juli 2026 / 18:23 WIB

Presiden Prabowo Duduk Tak Sebelahan dengan Gibran Saja Jadi Masalah, Ini Jawaban Istana

21 Juli 2026 / 17:25 WIB

Luka Kedungombo di Meja Hijau: Gugatan Gelar Pahlawan Soeharto Berlanjut, Tutut Pasang Badan

21 Juli 2026 / 17:03 WIB

Warga Kedungombo Melawan! Gelar Pahlawan Soeharto Kembali Digoyang

21 Juli 2026 / 14:32 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kabar Gembira Bagi Investor! Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun Hari Ini

Toto Pribadi01 Juli 2026 / 11:18 WIB

Messi Menutup Piala Dunia 2026 dengan Luka dan Kenangan

22 Juli 2026 / 01:00 WIB

Drama Ruang Oval: Trump Bentak Reporter hingga Klaim Iran ‘Mengemis’ ke AS

22 Juli 2026 / 00:26 WIB

Pusat Data Amazon di Bahrain Jadi Sasaran Rudal Iran

22 Juli 2026 / 00:00 WIB

Gelombang Keracunan MBG Tak Kunjung Mereda, Sampai Kapan?

21 Juli 2026 / 23:01 WIB

Bupati Lombok Barat Terima Fee Rp12,4 M, Sapi Kurban hingga Mobil Alphard

21 Juli 2026 / 21:25 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.