Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki ruang penguatan terbatas pada perdagangan hari ini. MNC Sekuritas menilai indeks berpeluang menguji level 6.264, tetapi investor perlu mewaspadai potensi koreksi setelah penguatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Dalam laporan MNCS Daily Scope Wave, MNC Sekuritas menyebut IHSG pada perdagangan sebelumnya menguat 0,91% ke level 6.231, didukung peningkatan volume pembelian. Secara teknikal, posisi indeks dinilai berada di penghujung fase penguatan sehingga ruang kenaikan mulai terbatas.
“Pada label hitam, posisi pergerakan IHSG sedang berada pada akhir wave (c) dari wave [iv], sehingga penguatannya akan relatif terbatas untuk menguji area 6.264 dan rawan terkoreksi ke rentang 5.747-5.935,” tulis tim riset MNC Sekuritas dalam laporannya, Selasa (21/7/2026).
Meski demikian, MNC Sekuritas melihat peluang skenario yang lebih positif. Pada skenario label biru, apabila IHSG mampu menembus (break) level 6.377, indeks berpotensi melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.450-6.545.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dengan support di level 6.111 dan 5.839, serta resistance di 6.286 dan 6.599.
Sejalan dengan prospek tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan lima saham yang layak dicermati, yakni AMMN, BIPI, BULL, NCKL, dan XNVE.
Saham AMMN direkomendasikan dengan strategi buy on weakness pada kisaran Rp3.690-Rp3.860. Target harga berada di Rp4.320 hingga Rp4.600, dengan stop loss di bawah Rp3.560. Secara teknikal, saham ini diperkirakan berada pada fase wave (iii) dari wave [c].
Untuk BIPI, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi trading buy di area Rp147-Rp152, dengan target harga Rp164 dan Rp170. Adapun stop loss ditetapkan di bawah Rp145. Selama mampu bertahan di atas level tersebut, BIPI diperkirakan sedang memasuki awal wave [v] dari wave A.
Sementara itu, BULL direkomendasikan buy on weakness pada kisaran Rp340-Rp364, dengan target harga Rp432 hingga Rp468 dan stop loss di bawah Rp322. MNC Sekuritas menilai penguatan saham ini mulai terbatas karena berada di akhir wave (1) dari wave [C], sehingga berpotensi mengalami koreksi sebelum melanjutkan tren naik.
Untuk NCKL, investor dapat melakukan akumulasi pada rentang Rp835-Rp860 dengan target harga Rp930 hingga Rp970 dan stop loss di bawah Rp810. Saham ini diperkirakan baru memasuki awal wave 3 dari wave (1) sehingga masih memiliki peluang melanjutkan penguatan.
Adapun XNVE direkomendasikan buy on weakness pada kisaran Rp174-Rp177 dengan target harga Rp180 hingga Rp182 dan stop loss di bawah Rp172. Pergerakan saham ini dinilai masih berada di atas moving average (MA) 20 dan diperkirakan sedang berada pada fase wave [v] dari wave 3.
Investor tetap disarankan menerapkan manajemen risiko dan disiplin menggunakan stop loss, mengingat MNC Sekuritas menilai ruang penguatan IHSG dalam jangka pendek mulai terbatas dan berpotensi diikuti aksi ambil untung.

