Jakarta (tutur.co.id) – Duta Besar Yaman untuk Indonesia, Salem Balfaqih, pada hari Rabu 15 Juli 2026 berdiskusi dengan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Anis Matta. Diskusi seputar kondisi terkini Yaman menyusul eskalasi Iran dan Amerika Serikat di Kawasan Teluk.
Secara khusus, Salem Balfaqih memaparkan pelanggaran terkait pengoperasian penerbangan dari Teheran ke Bandara Internasional Sana’a yang tanpa izin pemerintah Yaman. Sang dubes menganggap tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Republik Yaman dan bertentangan dengan hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.
Salem Balfaqih juga menegaskan bahwa praktik-praktik ini telah merusak upaya perdamaian yang sedang berlangsung dan menimbulkan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas Yaman dan kawasan yang lebih luas tentunya.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia menyatakan keinginan Indonesia untuk ikut memantau perkembangan di Yaman dan menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap upaya-upaya untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas.
Anis Matta menekankan pentingnya dialog dan cara-cara damai sebagai jalan utama untuk menyelesaikan krisis tersebut.
Sebagai catatan, Yaman sendiri saat ini memang terpecah menjadi beberapa kelompok. Kelompok Houthi yang menguasai ibu kota Sana’a dan wilayah utara Yaman merupakan proksi Iran. Sedangkan pemerintah yang diakui internasional (PLC) berpusat di Aden, Yaman Selatan.

