Jakarta (tutur.co.id) – Mojtaba Khamenei dijadwalkan akan memimpin langsung doa belasungkawa Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu besok, 11 Juli 2026. Jika benar, maka ini akan menjadi berita besar karena untuk kali pertama Mojtaba akan tampil di depan umum.
Kabar Mojtaba akan memimpin upacara doa belasungkawa sang ayah ini disampaikan kantor berita Iran, Tasnim. Dan tentu saja kabar ini langsung menyedot perhatian dunia mengingat sosok Mojtaba yang tak pernah muncul paska serangan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu.
Masih menurut laporan Tasnim, upacara doa bersama itu dijadwalkan akan berlangsung pada hari Sabtu setelah salat Maghrib dan Isya. Acara tersebut akan diadakan di serambi Imam Khomeini di dalam kompleks makam Hazrat Masumeh yang terkenal di Qom.
Ayatollah Ali Khamenei sendiri telah dikubur pada hari Jumat waktu setempat. Dan upacara doa ini menjadi penutup dari rangkaian panjang prosesi pemakaman sang mendiang pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Mojtaba sendiri telah ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru oleh Dewan Ulama pada awal Maret lalu atau satu minggu setelah kematian ayahnya. Namun sempat banyak beredar rumor tak sedap menyusul tak pernah munculnya Mojtaba di ranah publik. Mulai dari terluka parah bahkan kabar meninggal.
Beberapa sumber terpercaya di Teheran mengindikasikan bahwa Mojtaba mengalami trauma berat selama serangan militer yang merenggut nyawa ayahnya, mengakibatkan cacat wajah dan cedera parah pada anggota tubuhnya.
Sumber-sumber ini mencatat bahwa meskipun saat ini ia sedang dalam masa pemulihan, kesehatannya belum cukup membaik untuk memungkinkan penampilan publik. Selain itu, aparat intelijen negara dilaporkan membatasi penampilannya karena kekhawatiran yang masih ada atas potensi operasi militer AS selanjutnya.
Pekikan Amarah
Teriakan bermusuhan ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump, dengan para peserta meneriakkan, “Aku bersumpah demi darah pemimpin tertinggi, Trump, kami akan membunuhmu!” sementara beberapa wanita menampilkan tanda-tanda yang menuntut untuk “Bunuh Trump.”
Menjelang malam, halaman tengah Makam Imam Reza dipenuhi orang. Teriakan lantang “Matilah Amerika” menggema di seluruh kompleks, diselingi dengan elegi tradisional yang disiarkan melalui pengeras suara umum.
Kantor berita resmi IRNA mengkonfirmasi pada Jumat pagi bahwa pihak berwenang telah menyelesaikan pemakaman Khamenei dan empat anggota keluarganya yang tewas dalam serangan yang sama.

