Doha (tutur.co.id) – Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani meninggal dunia pada hari Minggu pada usia 74 tahun. Selama memimpin Qatar, ia sukses membuat PDB negara Timur Tengah itu mengalami peningkatan hingga 24 kali lipat. Berikut profil singkat Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani.
Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani lahir di Doha Qatar pada 1 Januari 1952. Ia memerintah Qatar selama 18 tahun dari 27 Juni 1995 hiingga 25 Juni 2013. Penyandang gelar Father Amir atau Ayahanda Amir ini menempuh Pendidikan tinggi di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst Inggris dan lulus tahun 1971.
Ia sempat bergabung dengan Angkatan Bersenjata Qatar hingga mencapai pangkat Letnan Jenderal. Selama di dunia militer, sosoknya dikenal memegang peranan kunci dalam modernisasi militer negaranya.
Pada 31 Mei 1997, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani diangkat sebagai Putra Mahkota sekaligus Menteri Pertahanan Qatar. Lalu ia naik takhta kerajaan pada 27 Juni 1995. Selama 18 tahun masa kepemimpinannya, ia melakukan reformasi besar-besaran di berbagai lini.
Mulai dari transformasi ekonomi yang radikal sehingga membuat Produk Domestik Bruto (PDB) Qatar naik hingga 24 kali lipat, sementara PDB per kapita juga melonjak hampir 6 kali lipatnya. Dan Qatar tercatat sebagai pengekspor LNG terbesar di dunia pada tahun 2006.
Ia juga mendirikan Dewan Tertinggi untuk Urusan Ekonomi dan Investasi pada 2001 guna mengelola kekayaan negara dan mendiversifikasi investasi global.
Di bidang Sosial, Pendidikan, dan Media, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani telah memberikan banyak kontribusi bagi Qatar. Mulai dari mendirikan Qatar Foundation for Education, Science and Community Development pada Agustus 1995 untuk mendorong kemajuan ilmiah.
Ia juga mencabut sensor pers pada Oktober 1995 dan membubarkan Kementerian Informasi pada tahun 1998. Bahkan ia juga merupakan sosok di balik peluncuran jaringan media global Al Jazeera pada tahun 1996.
Lalu di bidang Politik dan Diplomasi, ia memperkenalkan konstitusi permanen pertama Qatar yang mulai berlaku pada 2004, yang menjamin hak fundamental warga dan pemisahan kekuasaan. Ia juga membuka jalan bagi perempuan untuk memilih dan mencalonkan diri dalam pemilihan kota pertama Qatar pada tahun 1999.
Yang tak kalah menarik, strategi investasi dan diplomasinya juga telah berhasil membawa Qatar menjadi negara Arab dan Muslim pertama yang memenangkan hak tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022 (diumumkan pada Desember 2010).
Pada 25 Juni 2013, Sheikh Hamad mengambil langkah yang jarang terjadi di dunia Arab dengan secara sukarela menyerahkan takhta kekuasaan kepada putra mahkotanya, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang memimpin Qatar hingga saat ini.
Setelah menyerahkan takhta, ia mendapat gelar kehormatan sebagai Father Amir. Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani wafat pada pagi hari, 12 Juli 2026, meninggalkan warisan besar berupa Qatar modern yang makmur dan berpengaruh di panggung diplomasi internasional.

