Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Didik Rachbini: Kerusakan Hukum Kita Sempurna,Pertumbuhan Ekonomi Terancam
  • Dibalik Hilangnya KPK saat Konferensi Pers di Polda Metro
  • Alasan Polri Limpahkan 3 Perkara yang Menjerat Febrie ke Kejagung
  • KPK Akan Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah Jika Mandek
  • Paradoks Messi di Piala Dunia 2026: Paling Sedikit Berlari, Paling Mematikan
  • Pertamina Borong Enam Penghargaan Asian Excellence Award 2026, Bukti Kepemimpinan dan Komitmen Keberlanjutan
  • Bukan Messi, Leandro Paredes Jadi Otak Kebangkitan Argentina
  • Plt Jampidsus Jelaskan Soal Febrie Belum Ditahan Meski Sudah Tersangka
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Didik Rachbini: Kerusakan Hukum Kita Sempurna,Pertumbuhan Ekonomi Terancam

Didik Rachbini: Kerusakan Hukum Kita Sempurna,Pertumbuhan Ekonomi Terancam

Nasional Adi P11 Juli 2026 / 23:25 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Penyidik Kortastipidkor Polri menghitung barang bukti uang tunai dollar dalam penggeledahan kasus korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel yang menyeret Jampidsus Febri Andriansyah dari sebuah kafe di Cipete Jakarta Selatan. (Foto: Dok Polda Metro Jaya/Tutur)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Ekonom sekaligus Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menilai polemik dugaan korupsi yang menyeret Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah dan konflik antara Kepolisian dan Kejaksaan menjadi ujian serius bagi sistem hukum dan perekonomian Indonesia.

“Kasus mega korupsi Febrie Adriansyah dan pertempuran polisi dengan kejaksaan adalah contoh kerusakan hukum yang sempurna di Indonesia,” kata Didik kepada redaksi Tutur. Menurut dia, bila konflik tersebut tidak diselesaikan secara transparan, dampaknya tidak hanya merusak penegakan hukum, tetapi juga mengganggu iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Didik mengatakan kualitas hukum merupakan faktor penting dalam lingkungan bisnis. “Kinerja ekonomi tidak hanya dipengaruhi modal, tenaga kerja, atau teknologi, tetapi juga kualitas institusi hukum. Negara yang memiliki sistem hukum yang buruk cenderung terhambat pertumbuhan ekonominya.” Karena itu, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dinilai sulit dicapai jika kepastian hukum terus memburuk.

Ia merujuk Teorema Coase dalam The Problem of Social Cost karya Ronald Coase. “Hukum yang baik mengurangi biaya transaksi. Sebaliknya, hukum yang lemah menggerogoti sistem ekonomi karena dunia usaha dijangkiti biaya transaksi yang tinggi.” Ketika negosiasi mahal, informasi tidak sempurna, dan kontrak sulit ditegakkan, kata Didik, dunia usaha kehilangan efisiensi dan daya saing.

Menurut Didik, kerusakan hukum akan menjatuhkan kepercayaan investor. “Tidak ada investasi dan pertumbuhan ekonomi yang meningkat di tengah ketidakpastian hukum.” Kondisi tersebut, menurut dia, pada akhirnya menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Didik menyebut sistem hukum Indonesia kini “seperti metafora ikan busuk dari kepala”. Ia menilai aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi pilar kepastian hukum justru dipersepsikan menjadi bagian dari persoalan. “Presiden Prabowo mendapat ujian yang berat dalam masalah hukum dan dampaknya terhadap ekonomi.”

Baca Juga  Heboh Data Nasabah Bocor, Tak Perlu Khawatir BCA Pastikan Sistem Aman

Karena itu, Didik menilai penyelesaian persoalan tidak cukup berhenti pada individu. “Yang lebih mendesak adalah memulihkan kewibawaan negara hukum, memastikan tidak ada lembaga penegak hukum yang berada di atas hukum, dan mengembalikan kepemimpinan hukum yang bersih. Presiden harus melakukan pembersihan pada kedua lembaga tersebut.”

Didik J Rachbini ekonomi Febrie Andriansyah headline jampidsus Penyidik Kortastipidkor Polda Metro Jaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDibalik Hilangnya KPK saat Konferensi Pers di Polda Metro

Berita Lainnya

Dibalik Hilangnya KPK saat Konferensi Pers di Polda Metro

11 Juli 2026 / 22:31 WIB

Alasan Polri Limpahkan 3 Perkara yang Menjerat Febrie ke Kejagung

11 Juli 2026 / 21:30 WIB

Paradoks Messi di Piala Dunia 2026: Paling Sedikit Berlari, Paling Mematikan

11 Juli 2026 / 20:00 WIB

Plt Jampidsus Jelaskan Soal Febrie Belum Ditahan Meski Sudah Tersangka

11 Juli 2026 / 17:58 WIB

Komisi III Sebut Kasus Jampidsus Sebagai Mega Korupsi, Pantas Hukum Mati

11 Juli 2026 / 16:47 WIB

Komisi III Bentuk Panja Khusus, Kawal Kasus Febrie Adriansyah

11 Juli 2026 / 16:37 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Perpanjang SIM Lebih Mudah, Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta 3 Juli 2026

Galuh Parantri03 Juli 2026 / 08:52 WIB

Didik Rachbini: Kerusakan Hukum Kita Sempurna,Pertumbuhan Ekonomi Terancam

11 Juli 2026 / 23:25 WIB

Dibalik Hilangnya KPK saat Konferensi Pers di Polda Metro

11 Juli 2026 / 22:31 WIB

Alasan Polri Limpahkan 3 Perkara yang Menjerat Febrie ke Kejagung

11 Juli 2026 / 21:30 WIB

KPK Akan Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah Jika Mandek

11 Juli 2026 / 20:21 WIB

Paradoks Messi di Piala Dunia 2026: Paling Sedikit Berlari, Paling Mematikan

11 Juli 2026 / 20:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.