Jakarta (tutur.co.id) – Bareskrim Polri mengungkap peran empat warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam sindikat judi online di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Keempatnya memiliki peran penting mulai dari admin keuangan hingga pengurusan izin tinggal WNA.
“Dari hasil pengembangan terhadap kasus setelah dilakukan langkah penindakan di Hayam Wuruk, tim penyidik berhasil mengembangkan dengan mengamankan 4 orang warga negara Indonesia,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 26 Juni 2026.
Tersangka berinisial MAP berperan sebagai admin keuangan yang ditangkap saat dilakukan penggerebekan di Gedung Hayam Wuruk.
“Atas nama MAP, ini berperan sebagai admin keuangan yang merupakan ataupun di bawahnya leader jaringan yang memiliki situs perjudian online,” jelas Wira.
Tersangka kedua berinisial BT, berperan membantu proses penyewaan gedung Hayam Wuruk Plaza yang dijadikan pusat operasional judi online. Tersangka ketiga berinisial DFA bertugas menyiapkan rekening dan kartu ATM yang diserahkan kepada tersangka WNA.
“DFA ini berperan menyiapkan rekening dan kartu ATM di mana kartu ATM-nya ini diserahkan kepada MAP dan atas nama tersangka LTH,” tuturnya.
Tersangka keempat berinisial DA membantu menyediakan sarana keuangan operasional, menukarkan kripto, dan mengurus perizinan tinggal WNA yang jumlahnya hingga ratusan dari beberapa negara asal.

