Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Setoran Bea Cukai 2026 Diproyeksikan Shortfall Rp15,4 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu
  • Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka, Gunakan Rompi Oranye Digiring ke Mobil Tahanan KPK
  • Spesifikasi dan Harga Terbaru Yamaha Fazzio, Skutik Stylish dengan Teknologi Hybrid
  • Cerita Belakang Layar Presiden Prabowo Bereskan Mangkrak Blok Masela
  • Pertamina Optimalkan Sawit dan Limbahnya untuk Kurangi Impor BBM
  • Presiden Prabowo Duduk Tak Sebelahan dengan Gibran Saja Jadi Masalah, Ini Jawaban Istana
  • Luka Kedungombo di Meja Hijau: Gugatan Gelar Pahlawan Soeharto Berlanjut, Tutut Pasang Badan
  • Intip Kekayaan Lalu Ahmad Zaini Tembus Rp25,5 M, Punya Puluhan Bidang Tanah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Saat MBG Jadi Ladang Korupsi, Yuk Intip Program Makan Gratis Negara Lain

Saat MBG Jadi Ladang Korupsi, Yuk Intip Program Makan Gratis Negara Lain

Internasional Muthia Hanifah05 Juni 2026 / 21:53 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Program makan gratis di sekolah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga mendukung konsentrasi dan prestasi belajar. (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi perhatian publik seiring berbagai evaluasi yang dilakukan pemerintah. Namun, program makan gratis sekolah sebenarnya bukan hal baru karena telah lama diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari kebijakan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.

Finlandia menjadi salah satu pelopor program makan sekolah gratis di dunia. Negara tersebut telah menyediakan makanan gratis bagi seluruh siswa sejak 1948 atau lebih dari tujuh dekade lalu. Program makan sekolah Finlandia tak hanya bertujuan memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup, tetapi juga mengajarkan pola makan sehat sebagai bagian dari proses pendidikan.

Di Jepang, makan siang sekolah juga menjadi bagian penting dari pembelajaran. Selain menerima makanan bergizi, siswa diajarkan tanggung jawab dan disiplin melalui kegiatan membagikan, menyajikan, hingga merapikan makanan bersama teman-teman mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak pemerintah daerah di Jepang yang memperluas program makan gratis sekolah untuk membantu keluarga dan meningkatkan akses gizi anak.

Brasil menjalankan salah satu program makan sekolah terbesar di dunia dengan jutaan porsi makanan disajikan setiap hari kepada siswa di bawah pengawasan ahli gizi. Menariknya, sebagian bahan pangan yang digunakan wajib berasal dari petani lokal sehingga program tersebut tidak hanya mendukung gizi anak sekolah, tetapi juga membantu perekonomian daerah.

India juga memiliki program makan siang sekolah yang dikenal sebagai Mid-Day Meal Scheme. Program ini menjangkau jutaan siswa dan kerap disebut sebagai salah satu yang terbesar di dunia.

Selain membantu mengurangi masalah kekurangan gizi, program tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan kehadiran dan partisipasi belajar siswa, terutama di wilayah yang masih menghadapi tantangan ekonomi.

Baca Juga  Ekonomi China dan India 2026 Melambat, Indonesia Lebih Stabil

Popularitas program makan gratis sekolah terus meningkat secara global. Menurut World Food Programme (WFP), sekitar 466 juta anak di seluruh dunia kini menerima makanan sekolah melalui program pemerintah, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan semakin banyak negara yang melihat program makan sekolah sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Meski setiap negara menerapkan sistem yang berbeda, tujuan utamanya tetap sama, yaitu memastikan anak-anak dapat belajar dalam kondisi sehat, memperoleh gizi yang memadai, dan tidak mengalami kelaparan saat berada di sekolah. Karena itu, program semacam ini sering dipandang sebagai bagian dari strategi pembangunan yang berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda.

Bagi Indonesia, evaluasi terhadap MBG dapat menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai aspek pelaksanaan tanpa menghilangkan tujuan utamanya. Pengalaman negara-negara lain menunjukkan bahwa program makan gratis sekolah bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan hingga masa depan.

headline makan gratis anak sekolah MBG Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAsosiasi Ojol Dorong Penetapan Status Mitra Digital Bukan Karyawan Perusahaan
Next Article 10 Motor hingga Dolar Disita KPK Diduga Hasil Pemerasan

Berita Lainnya

Setoran Bea Cukai 2026 Diproyeksikan Shortfall Rp15,4 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu

21 Juli 2026 / 18:42 WIB

Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka, Gunakan Rompi Oranye Digiring ke Mobil Tahanan KPK

21 Juli 2026 / 18:23 WIB

Presiden Prabowo Duduk Tak Sebelahan dengan Gibran Saja Jadi Masalah, Ini Jawaban Istana

21 Juli 2026 / 17:25 WIB

Luka Kedungombo di Meja Hijau: Gugatan Gelar Pahlawan Soeharto Berlanjut, Tutut Pasang Badan

21 Juli 2026 / 17:03 WIB

Warga Kedungombo Melawan! Gelar Pahlawan Soeharto Kembali Digoyang

21 Juli 2026 / 14:32 WIB

Motor Listrik Nasional dan Momentum Reindustrialisasi

21 Juli 2026 / 14:30 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Jawaban Jokowi Soal Tudingan Bayar Rismon Sianipar

Toto Pribadi10 April 2026 / 13:41 WIB

Setoran Bea Cukai 2026 Diproyeksikan Shortfall Rp15,4 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu

21 Juli 2026 / 18:42 WIB

Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka, Gunakan Rompi Oranye Digiring ke Mobil Tahanan KPK

21 Juli 2026 / 18:23 WIB

Spesifikasi dan Harga Terbaru Yamaha Fazzio, Skutik Stylish dengan Teknologi Hybrid

21 Juli 2026 / 18:02 WIB

Cerita Belakang Layar Presiden Prabowo Bereskan Mangkrak Blok Masela

21 Juli 2026 / 17:33 WIB

Pertamina Optimalkan Sawit dan Limbahnya untuk Kurangi Impor BBM

21 Juli 2026 / 17:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.