Merauke (tutur.co.id) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas akses layanan keuangan hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) melalui BRILink Agen. Langkah ini wujud nyata komitmen BRI dalam mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat perbatasan yang selama ini sulit mengakses perbankan konvensional.
Di kawasan perbatasan RI–Papua Nugini, tepatnya di Sota, Distrik Merauke, Papua Selatan, BRILink Agen hadir sebagai perpanjangan tangan layanan perbankan di garis terdepan NKRI. Kehadiran BRILink Agen menjadi semakin relevan karena jarak Sota ke pusat Kota Merauke mencapai 100 kilometer dengan biaya perjalanan cukup besar, sehingga masyarakat sangat membutuhkan layanan keuangan yang mudah dijangkau.
John Al Bugis, salah satu masyarakat perbatasan yang juga nasabah pinjaman BRI, merasakan besarnya kebutuhan warga Sota terhadap akses layanan keuangan yang lebih mudah dan dekat. Berangkat dari hal itu, pada tahun 2021 John memutuskan menjadi Agen BRILink.
“Saya membuka BRILink karena tinggal di wilayah perbatasan. Masyarakat di sini sangat membutuhkan layanan keuangan, karena jarak ke Kota Merauke sekitar 100 kilometer,” cerita John.
Selama lima tahun menjalankan usaha sebagai BRILink Agen, John melihat langsung bagaimana layanan yang ia hadirkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Warga kini dapat melakukan berbagai transaksi dasar seperti setor tunai, tarik tunai, transfer, hingga pembayaran kebutuhan sehari-hari dengan lebih mudah.
“Kemudahan ini menjadi sangat berarti karena membantu aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota. Bagi saya momen sangat berkesan ketika manfaat ini dirasakan oleh banyak masyarakat, mulai dari warga sekitar, pelaku usaha lokal, pekerja sektor layanan, hingga petugas yang bertugas di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Pendampingan dan edukasi dari petugas BRILink turut membantu John mengembangkan usahanya. Manfaatnya dirasakan langsung, tidak hanya dalam meningkatkan perekonomian keluarga, tetapi juga memberi kesempatan berkontribusi lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Di tengah hadirnya berbagai pilihan layanan keagenan, John memastikan transaksi berjalan lancar serta menjaga biaya layanan tetap terjangkau bagi warga.
“Cara saya agar masyarakat bisa mengandalkan BRILink Agen adalah dengan meyakinkan mereka bahwa BRI telah dipercaya masyarakat selama ini. Selain itu, saya juga menjaga biaya layanan agar tetap bersaing,” jelasnya.
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya mengatakan bahwa kehadiran BRILink Agen tidak hanya mempermudah masyarakat dalam transaksi keuangan sehari-hari, tetapi juga membantu menjaga aktivitas ekonomi lokal tetap berjalan.
“BRI terus berkomitmen memperluas akses layanan keuangan hingga ke wilayah terdepan dan perbatasan Indonesia, termasuk kawasan perbatasan seperti Sota. BRI akan terus memperkuat ekosistem Agen BRILink melalui pendampingan dan edukasi agar para agen dapat terus memberikan layanan yang optimal sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Per akhir Maret 2026, jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa atau lebih dari 80 persen total desa di Indonesia. Sepanjang Triwulan I 2026, BRILink Agen mencatatkan volume transaksi mencapai Rp420 triliun, serta berkontribusi terhadap fee based income BRI yang mencapai Rp459 miliar.

